Jumat, 28 September 2012

Tips Arung Jeram Bagi Pemula


Arung Jeram kegiatan di air deras yang menyenangkan. Tetapi banyak orang yang malas berkegiatan Arung Jeram atau rafting dengan alasan tidak bisa berenang atau juga tidak merasa mahir berenang. Padahal, tidak bisa berenang bukan masalah, Anda tetap bisa ikut merasakan betapa serunya Arung Jeram. Tetapi, resiko tetaplah ada, apalagi Arung Jeram adalah olahraga yang memicu adrenalin.

Photo Credit By Google
Dan bagi pemula dalam kegiatan Arung Jeram atau rafting ini, Anda perlu mengikuti tips Arung Jeram bagi pemula berikut ini.

Kondisi tubuh. 
Sebaiknya peserta Arung Jeram dalam kondisi berbadan sehat. Tidak masalah jika Anda tidak bisa berenang, namun sebaiknya utarakan kepada pemandu bahwa Anda tidak bisa berenang. Untuk usia peserta, kebijakan setiap operator berbeda - beda karena tergantung kondisi sungai dan tingkat kesulitan pengarungan.

Pakaian. 
Sebaiknya kenakan celana pendek dan kaus katun yang nyaman. Agar nyaman, kenakan sandal sebagai alas kaki. Sebaiknya gunakan sandal gunung daripada mengenakan sandal jepit.

Perlengkapan.
Gunakan helm pelindung dan jaket pelampung ( life jacket ). Pilih jaket sesuai ukuran tubuh Anda. Cari jaket yang pas di badan, tidak kesempitan maupun terlalu longgar. Jaket pelampung tersedia dalam beberapa ukuran dan bisa diatur.

Pilih helm dengan ukuran pas di kepala. 
Helm tersedia dalam beberapa ukuran. Cara memastikan helm yang pas adalah tali tidak menyeberang dagu, melainkan berada di bawah dagu. Tetapi jangan sampai tali terlalu sempit hingga menyakiti dagu Anda.

Pemanasan. 
Tak ada salahnya Anda melakukan sedikit pemanasan sebelum melakukan Arung Jeram. Di beberapa operator Arung Jeram, hal ini seringkali jarang dilakukan. Namun tetap saja, Arung Jeram adalah olahraga. Jika pemanasan kurang, bisa - bisa di tengah mengayuh dayung, tangan Anda kram.

Posisi duduk. 
Duduklah di tepi perahu karet. Jangan di tengah ataupun di dasar perahu karet. Hal ini untuk memudahkan Anda menyeimbangkan tubuh. Ikuti instruksi di mana sebaiknya Anda duduk. Kadang posisi duduk diatur sesuai dengan berat badan peserta.

Anda bisa memilih duduk di sisi kiri atau sisi kanan. Ingatlah posisi duduk Anda karena berhubungan dengan cara mengayuh dayung dan instruksi saat mengayuh. Lalu jepit kaki di bagian dasar perahu. Ada kantung khusus untuk meletakkan kaki agar Anda tak mudah terjengkang.

Dayung. 
Anda harus memperhatikan dengan benar cara membawa dan menggunakan dayung. Walau tampak hanya sebilah papan, salah - salah Anda bisa melukai diri sendiri maupun orang lain saat mendayung. Jika Anda duduk di sebelah kanan, genggam ujung dayung berbentuk “T” dengan telapak tangan kanan. Sementara tangan sebelah kiri menggenggam tengah - tengah tongkat dayung.

Mengayuh. 
Sebelum memulai Arung Jeram, instruktur biasanya akan mengajarkan terlebih dahulu berbagai aba - aba. Di antaranya adalah instruksi “Maju” dan “Mundur”. Instruksi “Maju” yaitu dayung dikayuh ke arah dalam untuk membuat perahu maju. Sebaliknya dari arah dalam ke luar akan membuat perahu mundur dan diinstruksikan dengan aba - aba “Mundur”.

Untuk aba - aba mengayuh biasanya ada tambahan intruksi berupa “Kanan” dan “Kiri”. Hal ini untuk menunjuk ke orang yang bertugas mengayuh. Jadi, instruksi yang biasa diucapkan berupa “Kanan Maju, Kiri Mundur” atau “Kanan Mundur, Kiri Maju”. Kedua instruksi ini untuk membantu pemandu dalam membelokkan perahu ke kanan atau ke kiri.

Jadi misalnya “Kanan Maju, Kiri Mundur”, maka orang yang duduk di sebelah kanan segera mengayuh maju dayungnya, sementara orang yang duduk di kiri serentak mengayuh dayung mundur. Sebaliknya, instruksi “Kanan Mundur, Kiri Maju” maka orang yang duduk di kiri mengayuh dayung maju dan orang yang di sebelah kanan mendayung ke arah mundur.

Selain itu, terdapat pula aba - aba “Stop”. Jika Anda mendengar instruksi ini, maka angkat dayung Anda atau berhenti mengayuh dayung. Ada pula instruksi “Pindah Kanan” dan “Pindah Kiri”. Bila terdengar “Pindah Kanan”, maka orang di sebelah kiri segera pindah ke sisi kanan perahu, sementara orang di sebelah kanan tetap di posisinya. Begitu sebaliknya, jika terdengar instruksi “Pindah Kiri”.

Jika Anda mendengar instruksi “Boom”, maka instruksi ini dimaksudkan untuk menghindari jeram. Peserta segera mengangkat dayung dan badan merunduk ke dalam perahu, serta berpegangan pada perahu. Hal ini agar menjaga keseimbangan badan agar tidak terlempar ke sungai.

Saat terjatuh. 
Bila Anda terlempar ke sungai, tetaplah tenang dan jangan panik. Namun, cara berenangnya tidak seperti berenang di kolam renang. Arahkan tubuh Anda menghadap ke atas atau bawah tubuh menjadi terlentang, seakan sedang berbaring di atas air.

Lalu arahkan tubuh sesuai arus sungai, jangan melawan arus atau membelakangi arus. Angkat kaki tinggi dan menghadap ke depan atau ke arah hilir sungai. Hal ini agar Anda mengetahui jika ada batu di depan Anda dan bisa menahannya dengan kaki.

Jika Anda terlempar cukup jauh, biasanya pemandu akan melempar tali sepanjang 20 meter. Peserta bisa menyambar tali tersebut dan akan ditarik menuju perahu.

Perahu terbalik. 
Kadang saat arus deras atau memang disengaja, perahu akan terbalik. Di beberapa kejadian, peserta akan berada di dalam perahu yang terbalik. Suasana yang seketika gelap kadang membuat panik. Jika hal ini terjadi, tetaplah tenang.

Walau perahu terbalik, di perahu terdapat celah udara. Cobalah keluar dari balik perahu dengan cara menyelam. Namun sebenarnya di dalam perahu pun tetap aman. Hanya saja sebaiknya berusaha keluar agar tidak terkena batu.

PERALATAN PRIBADI ARUNG JERAM

sebelum kita melakukan suatu pengarungan di sungai ataupun hanya berarung jeram ceria saja, terlebih dahulu kita harus mengetahui peralatan pribadi yang harus dimiliki perorangan supaya dapat meminimalisir suatu kejadian tak terduga seperti kecelakaan di air saat arung jeram dan lain – lain. Peralatan pribadi tersebut antara lain :
  1. PELAMPUNG

Pelampung juga banyak macamnya, tetapi semua mempunyai fungsi yang sama. Pelampung yang dipakai untuk arung jeram adalah pelampung dengan bahan baku di dalamnya dari busa yang kedap air, busa bagian depan lebih tebal dari busa bagian belakang, karena apabila seorang hanyut disungai dalam keadaan tidak sadar atau lemas, maka otomatis orang tersebut akan terapung tengadah atau muka di permukaan air.
Fungsi pelampung adalah membantu peserta yang jatuh di air agar tetap terapung. Fungsi sekundernya adalah sebagai pelindung / body protector terhadap benturan baik berupa rintangan sungai, maupun (dayung) sesama peserta. Selain itu, ada juga pelampung yang dilengkapi dengan pelindung kepala bagian belakang atau tengkuk.
Ketika menggunakan pelampung harus dikencangkan dengan memasang buckle-buckle (gesper pengencang) dan mengencangkannya, karena jika pelampung terlalu longgar dalam pemakaiannya, maka pelampung tidak berfungsi maksimal.
Jika pelampung terlalu longgar maka saat seseorang tercebur kedalam air pelampung tersebut akan naik ketas sehingga akan mencekik orang tersebut dan akan menyulitkannya untuk bergerak sedangkan jika pelampung terlalu kencang maka akan menghambat jalur pernapasan seseorang. Oleh karena itu pakailah pelampung tidak terlalu longgar dan tidak juga terlalu kencang.
2. HELM

Fungsi helm adalah untuk melindungi kepala peserta arung jeram apabila kepala peserta terbentur batu atau benda keras di air.
Dalam menggunakan helm jangan terlalu kencang, karena pengarungan memakan waktu yang cukup lama dan bisa mengakibatkan kepala sakit karena terjepit helm yang terlalu kencang. Atau jangan terlalu longgar karena bisa mengganggu gerakan atau pandangan dalam pengarungan. Biasanya untuk pengaturan kencang tidaknya helm maka disisakan kira – kira dua jari supaya pemakaian helm menjadi optimal.

Ada beberapa macam helm ,diantaranya :
  • Helm fiber glass sangat ringan tetapi bisa berbahaya. Apabila terbentur benda keras, helm fiber glass mudah pecah, pecahnya sengat gampang melukai apalagi jika helm pecah pada waktu dipakai.
  • Helm plastik, lebih aman karena tidak mudah pecah seandainya pecah, pecahannya tidak hancur. Biasanya helm plastik jika pecah hanya retak – retak saja. Untuk saat ini para operator arung jeram kebanyakan memakai helm ini.
Dalam arung jeram usahakan memilih helm yang menutup hingga belakang kepala karena helm ini lebih aman dibandingkan helm yang hanya menutup setengah kepala saja. Namun saat ini helm tersebut jarang dijumpai di operator arung jeram.
3. DAYUNG

Ada beberapa jenis dayung yang bisa digunakan untuk arung jeram, antara lain :
  1. Dayung kayu, lebih berat dan kekuatannya kurang dibandingkan dengan dayung yang dibuat dari bahan lain.
  2. Dayung fiber glass, dayung ini cukup ringan tetapi mudah pecah dan pecahannya sangat tajam, bisa melukai pemakai atau orang disekitarnya.
  3. Dayung aluminium dan plastik, dayung ini cukup ringan, terapung di air dan lebih kuat dari dayung lainnya yang tersebut diatas. Saat ini para operator arung jeram di seluruh dunia kebanyakan menggunakan dayung ini.


Untuk pengarungan dengan perahu karet, berdasarkan pemakaiannya dikenal dua macam dayung. Yaitu :
  1. Dayung paddle
Dayung ini digunakan untuk pengarungan dengan perahu berawak banyak, jadi masing-masing awak perahu menggunakan satu dayung. Ukuran panjang dayung disesuaikan dengan ukuran tubuh dan kekuatan awak perahu serta ukuran perahu. Panjang dayung umumnya berkisar antara 150 cm-170 cm.

  1. Dayung OAR
Ukuran dayung OAR lebih panjang dari dayung paddle, hal ini dikarenakan dayung OAR memerlukan rangka (frame) sebagai peganggannya. Rangka ini dipasang melintang di atas tabung perahu. Sepasang dayung OAR (kanan-kiri) digerakkan oleh satu orang.
4. SEPATU

Untuk melindungi kaki dari kemungkinan terluka, gunakan jenis sepatu yang dapat melindungi telapak kaki, namun pergelangan kaki dapat tetap bergerak bebas, termasuk memudahkan untuk berenang. Jenis sepatu yang digunakan biasanya jenis sepatu dengan alas sepatu yang tipis namun cukup lentur untuk kaki bergerak. Dapat juga menggunakan sandal gunung.
5. PAKAIAN

Pakaian yang tepat untuk berarung jeram adalah pakaian yang memungkinkan kita tetap leluasa dalam bergerak. Jangan sekali – kali menggunakan celana jeans, karena selain tidak mudah kering dan berat , celana jenis ini tidak memungkinkan kita untuk bergerak dengan leluasa. Biasanya jenis celana dan baju yang digunakan adalah yang berbahan parasut / berkain tipis.
6. FLIP LINE

Flip line adalah tali yang panjangnya kira-kira setengah meter sampai dua meter dan kedua ujungnya disimpul dengan sebuah carabiner. Biasanya alat ini dipakai di pinggang para rafter. Guna flip line adalah :
  1. Alat bantu untuk melepaskan perahu yang tersangkut di batu.
  2. Alat bantu untuk membalikkan perahu bila perahu terbalik
  3. Alat bantu untuk melepaskan perahu dalam keadaan wrap ringan
7. PELUIT

Dalam pengarungan peliut banyak fungsinya, terutama sebagai alat komunikasi ke perahu lainnya. Sinyal yang mesti diketahui dalam peluit yaitu :
  1. Peluit 1 kali berarti perhatian
  2. Peluit 2 kali berarti jalan
  3. Peluit 3 kali berarti ada masalah atau minta pertolongan

8. SURVIVAL KIT

Perlengkapan survival, harus selalu melekat di badan, tetapi usahakan jangan sampai mengganggu gerakan kita. Biasanya terdiri dari pisau lipat, korek api tahan air, dll. Survival kit biasanya digunakan untuk perjalanan panjang, terutama pada sungai yang belum pernah diarungi oleh para peserta atau pengarungan dalam rangka ekspedisi. Sebagaimana disebut di atas, lamanya waktu mengarungi sungai juga mempengaruhi barang yang harus dibawa.
9. Obat – obatan pribadi
Obat pribadi harus dibawa oleh pengarung yang mempunyai penyakit yang diderita.
10.  Peralatan tambahan, meliputi : topi, kaca mata, peralatan mandi, dsb.


Itulah beberapa peralatan pribadi yang harus dimiliki seoarang rafter saat akan berarung jeram demi tercapainya prosedur keselamatan dalam kegiatan arung jeram.

Tips Melakukan Rafting Atau Arung Jeram

Rafting atau Arung Jeram
Rafting atau Arung Jeram boleh dikatakan suatu olahraga, rekreasi, petualangan dan edukasi. Tidak ada persyaratan yang khusus bagi anda yang ingin mengikuti kegiatan rafting atau arung jeram. Hampir semua orang mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa. Kegiatan rafting atau arung jeram tidak hanya bagi orang yang bisa berenang saja tapi orang yang tidak bisa berenangpun bisa mengikuti kegiatan rafting atau arung jeram. Berikut adalah tips bagi anda yang ingin mengikuti kegiatan rafting atau arung jeram.
Tips sebelum melakukan rafting atau arung jeram:
1. Berdoa sebelum melakukkan kegiatan rafting atau arung jeram
2. Pastikan kondisi badan anda dalam keaadaan fit atau tidak sakit untuk mengikuti kegiatan rafting atau arung jeram.
3. Jangan memakai pakaian yang berbau levis atau pakaian yg berat jika terkena air karna akan memberatkan diri anda saat melakukkan kegiatan rafting atau arung jeram.
4. Usahakan disaat anda mengikuti rafting atau arung jeram dan anda terjatuh dari perahu anda diharapkan tidak kaget (rileks).
5. Pakailah sepatu/sandal olahraga dalam melakukan rafting atau arung jeram.
6. Patuhilah sang pemandu atau riverguide saat anda melakukkan kegiatan rafting atau arung jeram.
Semoga tips sebelum melakukan rafting atau arung jeram diatas bermanfaat bagi anda.

Peralatan Rafting Atau Arung Jeram
Peralatan rafting atau arung jeram merupakan salah satu syarat untuk standar keamanan dan keselamatan bagi anda yang ingin melakukkan arung jeram atau rafting baik di sungai elo, sungai progo atas, sungai progo bawah dan sungai serayu magelang yogyakarta jawa tengah, atau bahkan disungai yang lain. Pakailah peralatan rafting atau arung jeram yang sudah berstandar nasional maupun international. berikut adalah penjelasan sedikit mengenai peralatan arung jeram atau rafting:

Keterangan:
1. Helm: Digunakan sebagai alat pelindung kepala anda saat melakkukan kegiatan rafting atau arung jeram
2. Baju : Gunakanlah baju yang ringan dan tidak berat saat terkena air saat anda melakukkan kegiatan rafting atau arung jeram
3. Pelampung: Berguna bagi anda saat terjatuh dari perahu agar tetap mengapung di permukaan air saat anda melakukan kegiatan rafting atau arung jeram
4. Flip Line: Digunakan sebagai pengikat saat membalikkan perahu jika suatu waktu perahu terbalik saat melakukkan arung jeram atau rafting
5. Celana: Tidak hanya baju yang ringan tapi celana pun usahakan yang ringan supaya tidak memberatkan anda saat terkena air pada saat melakukkan kegiatan arung jeram atau rafting
6. Paddle: Paddle berguna untuk mendayung saat anda berada diperahu arung jeram atau rafting
7. Sepatu: Berguna sebagai pelindung dari bebatuan saat anda melakukkan kegiatan arung jeram atau rafting.

Rabu, 19 September 2012

all about arung jeram


rafting safety rules (aturan keselamatan dalam kegiatan arung jeram)

1. be a competent swimmer
kenali kemampuan diri anda. jika kemampuan berenang anda minim dalampermainan outbound, pilihlah lokasi kegiatan arung jeram yang tidak menuntut anda memiliki kemampuan berenang, terutama bagi anda yang baru kali pertama mengikuti kegiatan arung jeram

2. always wearing a pfd and helmet
gunakanlah selalu pelampung dan helm, baik saat anda sedang melakukan rafting adventure management outbound maupun saat anda beristirahat sejenak di pinggiran sungai.

3. be aware of river hazards and avoid them
waspadalah terhadap segala bahaya yang ada disungai dan persiapkan diri anda, dalam hal ini ada baiknya menggunakan management outbound menghadapi kemungkinan bahaya tersebut. mintalah pada skipper rafting adventure anda untuk menghentikan kegiatan jika terjadi hujan deras, atau jika anda dalam pengarungan, segera tepikan perahu anda, tunggu sampai hujan berhenti dan debit air kembali normal.

4. be suitably equipped
- gunakanlah sepatu olah raga saat di permainan outbound / sandal gunung selama anda mengikuti kegiatan wisata arung jeram atau outbound training.
- pasanglah pengait jika anda memakai kaca mata.
- jangan mengenakan pakaian dari bahan banyak menyerap air sehingga memberatkan anda, kenakanlah pakaian dari bahan lycra, neoprene atau parasut.
- ikatlah rambut anda dengan baik jangan biarkan tergerai.
- pakailah sunblock ketika wisata arung jeram untuk menghindari sunburn dengan spf yang sesuai dengan kulit anda, oleskan secara merata dan jangan dioleskan pada dahi dan lipatan lutut.

5. leave your expensive jewels, watches, mobile phone and keys
tinggalkan segala barang berharga anda seperti perhiasan, jam tangan, hp dan kunci kendaraan pada tempat yang aman atau titipkan pada pengawas.

6. bring your necessities stuff into dry bag
bawalah barang-barang yang anda perlukan selama dalam pengarungan. pastikan barang-barang tersebut terbungkus kantong plastik sebelum memasukkannya ke dalam dry bag, serta pastikan pula dry bag yang dibawa dalam kondisi yang baik dan terikat pada perahu selama pengarungan.

7. ensure that you are free of the effects of alcohol/drugs
pastikan diri anda tidak berada dibawah pengaruh alcohol dan obat-obatan sebelum memulai kegiatan. jangan memaksakan diri mengikuti kegiatan jika anda masih dalam masa pengobatan/perawatan. tapi jika anda telah memastikan keikutsertaan dan anda tidak dapat membatalkannya, beritahukan pada pihak penyelenggara arung jeram tentang kondisi anda agar anda mendapat pengawasan extra selama mengikuti kegiatan.

8. ensure that you have understood the brief or safety talkpastikan bahwa anda telah mengerti sepenuhnya tentang cara, teknik dan instruksi yang diberikan saat safety talk sebelum anda memulai kegiatan outbound training. baik safety procedure maupun self rescue. jika anda merasa ragu dan belum memahami, jangan malu meminta trip leader atau skipper untuk menjelaskan kembali.
Teknik Arung Jeram
Pengarungan sungai berjeram memerlukan ketrampilan melalui proses latihan dan penambahan jam terbang yang simultan. Kemampuan membaca sifat sungai tidak hanya tergantung pada kemampuan intelektual, tetapi juga pada sering melakukan pengarungan itu sendiri. Kemampuan mengendalikan perahu memerlukan suatu pemahaman tentang segala teknik mendayung yang hanya dapat dicapai dengan banyak latihan. Jadi pada dasarnya merupakan gabungan antara pengetahuan teoritis dan jam terbang.
Untuk melatih kemampuan berarung jeram tidak harus langsung pada sungai yang berjeram, tetapi dimulai dari sungai yang tenang kemudian berangsur-angsur meningkat pada sungai yang berjeram mudah hingga sulit.
Hal-hal yang perlu diketahui untuk melakukan pengarungan sungai adalah :
TEKNIK MENDAYUNG
Teknik Oar
Posisi duduk pendayung oar berada ditengah perahu yang dilengkapi dengan rangka untuk tempat duduk dan pegangan dayung.Dalam teknik mendayung dengan oar hanya dikenal dua macam kayuhan yaitu dayung maju dan dayung mundur. Jika menginginkan perahu bergerak kedepan maka digunakan dayung maju sedangkan dayung mundur untuk menghentikan perahu yang sedang bergerak maju atau memang menginginkan perahu bergerak mundur.Jika ingin membelokkan perahu ke kanan maka tangan kiri mendayung maju dan tangan kanan mendayung mundur,dan sebaliknya jika ingin membelok kekiri.
Teknik Paddle
Berarung jeram dengan menggunakan teknik paddle merupakan kerja tim, karena setiap awak perahu dituntut mempunyai pengertian dan peran yang sama dalam mengendalian laju perahu. Sebuah tim yang sudah berpengalaman dapat mengatasi hampir semua tingkat kesulitan dalam arung jeram.Teknik paddle ini jadi lebih memungkinkan untuk pengarungan sungai yang terlalu sempit dan berbatu bagi teknik oar, dan jika mengalami kondisi darurat bisa dipecahkan bersama.
Cara duduk ada dua. Yang pertama posisi duduk seperti menunggang kuda (cowboy style) kedua kaki pendayung menjepit lingkaran tabung perahu. Cara kedua, ( nantahala style ), seperti seorang perempuan membonceng sepeda motor, kedua kaki masuk kebagian dalam perahu. Untuk mendayung agar perahu bergerak, tetapi jika memang dibutuhkan kecepatan tambahan maka gagang dayung dimasukkan kedalam air dan dikayuh dengan sekuat tenaga,seluruh otot perut dan lengan dikerahkan untuk mendapatkan tenaga yang optimal dan efektif.
Gerakan dan arah dayung yang perlu dipahami oleh awak perahu meliputi :
Dayung maju (forward stoke )
Dayung balik/mundur (back stroke)
Dayung tarik (draw stroke). Dilakukan untuk menggeser perahu mendekati posisi yang diinginkan dengan cara menancapkan dayung jauh ke samping dan menariknya ke arah perahu
Dayung tolak /menyamping (pry stroke). Merupakan kebalikan dari dayung tarik tetapi tujuannya membantu melengkapi dayung tarik untuk mengendalikan perahu ke posisi yang diinginkan. Juga sering digunakan oleh kapten perahu yang duduk di belakang untuk membelokkan arah perahu.
Dayung pancung (cross-bow draw). Dayungan yang biasa dilakukan oleh para pendayung depan apabila ingin menggeser perahu ke samping. Dayungan ini dilakukan oleh pendayung depan dengan melakukan dayung tarik dari sisi depan memotong moncong perahu.
ABA-ABA KAPTEN/SKIPPER
Beberapa komando yang lazim digunakan :
Maju => semua mendayung maju
Mundur => semua mendayung mundur
Stop => semua berhenti mendayung
Kanan maju => semua yang di lambung kanan mendayung maju
Kanan mundur => semua yang di lambung kanan mendayung mundur
Kiri maju => semua yang di lambung kiri mendayung maju
Kiri mundur => semua yang di lambung kiri mendayung mundur
MANUVER
Manuver digunakan apabila perahu akan melewati suatu kelokan sungai atau menghindari rintangan atau hambatan. Ferryingmerupakan teknik dasar dalam melakukan manuver. Adapun cara melakukan ferry tergantung pada teknik yang digunakan disamping kondisi hambatan yang akan dilalui. Dalam melakukan ferry dikenal dua macam teknik, yaitu up stream ferry dandown stream ferry (back ferry danForward ferry )
Back ferry dimulai dengan haluan perahu menghadap ke arah hilir. Dari posisi ini mulailah mendayung mundur. Kemudian ferrydilakukan dari sisi sebelah kiri dengan memutar haluan 30 derajat- 45 derajat ke kanan. Jika anda melakukan dayung mundur sambi menjaga sudut perahu, perahu akan bergerak ke kiri untuk mencapai sisi sebelah kanan arahkan haluan atau moncong perahu kearah sisi sebelah kiri dengan mendayung mundur.
Forward ferry, perbedaannya dari back ferry hanya arah dari haluan perahu. Dalam forward ferry arahkan haluan perahu ke arah hulu (upstream) dan mulailah mendayung maju melawan arus. Hal yang harus dilakukan dalam melakukan ferry, dengan memperhatikan kecepatan arus, kekuatan dayungan, dan disesuaikan dengan sudut ferry. Semakin cepat arus maka sudutferry semakin kecil dan kekuatan dayungan yang diperlukan semakin besar. Untuk melakukan ferry dengan baik maka diperlukan latihan, tertuama dalam menyesuaikan besar sudut ferry, kekuatan dayungan dan kecepatan arus.
Teknik lain dalam manuver adalah membelok (turn) dan berputar (pivot). Untuk berbelok yang harus dilakukan adalah dengan menguatkan dayungan disalah satu sisi perahu bila ingin berbelok ke sisi yang berlawanan. Atau dengan memperlambat laju perahu pada sisi yang akan dituju.
Bila perahu ingin berbelok ke kanan, maka para pendayung di sebelah kiri harus melakukan dayung maju dengan tenaga yang bertambah dan disisi yang lain melakukan dayung mundur, dengan demikian perahu akan berbelok ke kanan. Dalam situasi yang mendadak kadang-kadang kita tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan gerakan berbelok atau ferry dalam menghadapi batu yang besar atau hole yang besar. Dalam situasi tersebut dapat menyebabkan perahu terbalik atau wrap karena antisipasi yang terlambat.
Teknik mandayung yang paling cepat dan efisien dalam menghadapi situasi tersebut adalah dengan menggeser perahu hingga perahu dapat bergerak lateral kesamping dengan cepat. Teknik dayungan yang dilakukan untuk menggeser perahu adalah dengan melakukan dayung tarik (draw stroke) , dayung pancung(cros-bow draw) dan dayung tolak (pry stroke). Apabila ingin menggeser perahu ke kanan pendayung sebelah kanan dayung tarik, pendayung kiri depan dayung pancung, kiri belakang dayung tolak.
Teknik manuver lain yang tidak kalah pentingnya dalam berarung jeram adalah teknik keluar dan masuk eddies. Dua hal yang harus diperhatikan ketika memasuki eddies yaitu kecepatan dari perahu dan sudut masuk. Keduanya harus diperhitungkan untuk mencapai satu tujuan yaitu melewati garis eddies (eddies line)dengan cepat.
Untuk keluar dari eddies ada tiga cara yang dapat dilakukan,
dengan ferrying memotong garis eddies
dengan melakukan peel out yaitu sebuah manuver dengan cara memutar perahu ke hilir begitu keluar dari eddies.
dengan membiarkan perahu ,keluar dengan sendirinya dari eddiesdengan mendayung ke arah hilir.
PENGINTAIAN (SCOUTING)
Melakukan pengintaian tehadap jeram yang belum dikenal merupakan suatu tindakan yang bijaksana, khususnya bagi tingkat pemula. Pengintaian sejumlah deretan jeram,meliputi proses pengamatan suatu jeram yang dilakukan pada tepian sungai dari beberapa sudut pandang. Menganalisa apakah tingkat kesulitan jeram sesuai dengan kemampuan awak perahu, melihat atau mencari jalur yang paling aman,menganalisa kemungkinan terjadi trouble.
Memformulasikan rencana yang akan dilakukan, meliputi jalur yang akan dilalui, jalur cadangan apabila ada trouble, merencanakan teknik/manuver yang akan dilakukan, perlu tidaknya mempersiapkan tim rescue di sisi sungai.
Melaksanakan rencana.
LINING
Jika setelah pengintaian jeram disimpulkan tidak ada lintasan yang aman untuk dilalui, dan karenanya diputuskan membawa perahu lewat tepian sungai yang aman. Cara yang paling mudah adalah dengan “menuntun” perahu anda dengan menggunakan tali. Tehnik ini disebut Lining.
PORTAGING
Jika lining juga tidak dapat dilakukan lagi untuk menghindari halangan yang ada di depan, dan harus mengangkat perahu menyusuri tepian sungai (darat). Teknik ini disebut Portaging.
RIVER RUNNING SYSTEM
Bila pengarungan dilakukan dengan lebih dari satu perahu, formasi sebaiknya dilakukan dengan menempatkan orang-orang yang berpengalaman di depan dan di belakang, mengapit peserta yang kurang berpengalaman. Dengan formasi ini perahu leader tidak pernah dilewati, dan perahu penyapu tidak akan pernah mendahului. Masing - masing beriringan satu-satu ke belakang. Gerak maju dibuat bertahap, leader terlebih dahulu memasuki jeram jeram yang cukup berbahaya, kemudian menunggu di Eddy yang terdapat dibawahnya. Jika semua aman, leader maju kembali.
Dengan cara ini semua perahu dapat terawasi, dan jika terjadi masalah atau kecelakaan, semuanya ada di tempat dan siap menolong. Jarak yang aman antara satu perahu dengan lainnya berbeda - beda, tergantung pada situasi yang ada, bisa jauh dimana satu sama lain masih bisa melihat jelas. Hal ini menguntungkan karena perahu yang berada di belakang dapat melihat bagaimana perahu didepannya mengatasi jeram dalam jarak yang relatif jauh. Jika mereka yang didepan mengalami kesulitan, maka perahu yang dibelakang masih memiliki jarak yang cukup baik untuk melakukan pendaratan mendadak (bisa segera melakukan pertolongan atau pengintaian medan).
Tapi, di medan yang sulit ketika dibutuhkan serangkaian manuver serius dan ruang gerak yang cukup bagi sebuah perahu, tidak jarang jarak tersebut tidak dapat dipertahankan. Diperlukan jarak yang sedikit lebih jauh lagi, agar tidak terjadi tabrakan antara perahu yang sedang berusaha melepaskan diri dari suatu rintangan dengan perahu yang menyusul kemudian (Bisa jadi dua duanya atau lebih, terjebak bersama!).
Setelah melewati jeram yang cukup berbahaya, leadermenunggu untuk menunjukkan lintasan terbaik kepada mereka yang segera akan memasuki jeram tersebut. Dan jika terjadi sesuatu,leader segera memberikan pertolongan. Dalam hal pengarungan ini dipergunakan beberapa signal.
Signal berhenti dilakukan dengan mengangkat dayung atau kedua belah tangan mendatar dan sejajar dengan pundak, kemudian menggerakkannya ke atas dan ke bawah.
Tolong (darurat) dilakukan dengan melambaikan sebuah dayung, helm atau live-vest (life jacket). Diatas kepala dengan gerakan melingkar. Atau dengan meniupkan peluit panjang sebanyak 3 kali.
Äman (Okay) dilakukan dengan mengangkat dayung tegak lurus atau tangan tinggi diatas kepala.
Ikuti arah ini dilakukan dengan mengangkat dayung atau tangan keatas dengan posisi miring 45 derajat (diukur dengan bentangan tangan vertikal ke horisontal). Dayung atau tangan tersebut di atas diarahkan kelintasan yang dimaksudkan.
Selama perjalanan perhatikan kebugaran fisik dan psikologis tim. Lebih baik berhenti lebih awal dan beristirahat daripada melanjutkan perjalanan dengan kondisi tim yang keletihan. Karena keletihan fisik dan psikis dapat menimbulkan masalah.


Arung jeram adalah kegiatan yang berspesifikasi pada sebuah cara penyelamatan di arus deras. Olahraga murni yang mengandalkan kekuatan, kecepatan dan ketepatan dama bertindak dan juga berpikir. Pada dasarnya tak semua orang bisa berlaku benar di arus deras, tetapi dengan metode latihan terperinci, semua bisa di lakukan dengan baik dan menuju benar. Bukankah alam tak bisa di tebak secara matematika?


APAKAH ARUNG JERAM ITU AMAN ?

Arung jeram adalah kegiatan yang menggairahkan, mengasyikkan, sedikit liar tetapi menyenangkan. Seperti pada kegiatan petualangan lainnya, arung jeram tetap memiliki resiko dan bahaya. Namun resiko tersebut justru menambah semangat dan menjadi perangsang bagi para penggiat kegiatan ini, sehingga bukan menjadi alasan mengapa orang - orang tidak menyukai kegiatan arung jeram.

Para pemandu yang profesional dan berpengalaman akan berusaha untuk meminimalisasi resiko dan bahaya. Bahkan secara statistik, anda akan lebih aman mengikuti kegiatan arung jeram dibandingkan dengan berkendara didalam kota. Seorang pegawai pemerintahan di Amerikamengutarakan pada suatu penelitian, bahwa angka kecelakaan untuk kegiatan arung jeram masih jauh dibawah sepak bola! Namun tentu saja masih ada resiko dan anda harus menerima resiko tersebut saat berada di sungai.

BILA TAK BISA BERENANG, BISAKAH IKUT ARUNG JERAM ?

Setiap orang yang mengikuti arung jeram akan selalu mengenakan pelampung ( life jacket ) yang memiliki daya apung tinggi. Pelampung ini akan tetap menjaga anda berada diatas permukaan air, bahkan pada saat anda terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai sekalipun. Banyak orang yang tidak dapat berenang mengikuti kegiatan arung jeram dan mereka sangat menikmatinya. Yang paling penting adalah anda tidak panik saat terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai. Namun orang yang tidak dapat berenang tidak dianjurkan mengikuti kegiatan arung jeram pada sungai yang memiliki tingkat kesulitan class V keatas dan cukuplah menikmati jeram pada sungai dengan tingkat kesulitan class II dan maksimum class IV.

APAKAH DI BUTUHKAN KONDISI TERTENTU SAAT BER ARUNG JERAM ?

Dalam kegiatan arung jeram selalu menggunakan dayung. Ini artinya anda akan memegang dayung dan melalukan pendayungan saat berada di atas perahu. Anda tentunya harus berada pada kondisi yang sehat dan fit saat mengikuti kegiatan arung jeram. Mendayung dapat menyebabkan kelelahan, tetapi pemandu akan memberikan instruksi pada anda teknik mendayung. Sehingga tidak selamanya saat anda berada diatas perahu akan melakukan pendayungan.

Jika anda merasa ragu dengan kemampuan untuk mengikuti kegiatan arung jeram, atau tentang kesehatan anda, sebaiknya anda melakukan cek kesehatan terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan arung jeram.

APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN UNTUK BER ARUNG JERAM ?

Yang harus prepare dari rumah beberapa hal yang harus disiapkan antara lain : pakaian olahraga dan T-shirt sekaligus pakaian ganti selesai rafting, sepatu olahraga atau sepatu jogging, atau bila anda memiliki sepatu / sandal khusus untuk kegiatan arung jeram akan lebih baik lagi. Perlengkapan mandi ( toiletris ). Untuk anda yang berkacamata, disarankan untuk memberikan pengait / tali pada kacamata anda agar tidak mudah terlepas. Jangan lupa untuk memakai sunscreen, tetapi jangan gunakan dikening karena saat terkena air akan berbahaya bila terkena mata anda, atau menggunakannya pada kaki bagian belakang, hal ini dapat menyebabkan anda terpeleset.

JIKA BELUM PERNAH BER ARUNG JERAM, TINGKAT KESULITAN MANA YANG TEPAT ?

Sebagai awal, mulailah pada sungai dengan tingkat kesulitan class II atau class III. Namun jika anda merasa yakin dengan kemampuan yang anda miliki, sehat dan haus akan tantangan, anda dapat mencoba sungai dengan tingkat kesulitan class IV meskipun belum memiliki pengalaman sebelumnya. Karena pemandu akan melatih anda terlebih dahulu dan menjelaskan bagaimana cara penyelamatan di sungai serta teknik mendayung. Sedangkan untuk sungai dengan class V, anda harus memiliki pengalaman pengarungan sungai dengan tingkat kesulitan class IV terlebih dahulu.

BISAKAH ARUNG JERAM UNTUK YANG TELAH BERUMUR ?

Untuk kesehatan, orang tua yang masih aktif dan berumur lebih dari 60 tahun masih boleh mengikuti kegiatan arung jeram. Sebagai langkah awal, cobalah pengarungan pada sungai dengan tingkat kesulitan class I - II. Selanjutnya tergantung pada apa yang dirasakan setelah melakukan pengarungan tersebut. Anda boleh mencoba pengarungan pada sungai dengan tingkat kesulitan class III. Karena cukup banyak peserta yang berumur 60 - an sampai 70 - an menikmati kegiatanarung jeram.

APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA TERLEMPAR DARI PERAHU ?

Percaya atau tidak, banyak orang yang menyukai saat terlempar keluar dari perahu! Ini sangat mengasyikkan. Pada awalnya memang dapat menyebabkan disorientasi dan sedikit kewalahan. Namun banyak pula orang yang sudah berkali - kali mengikuti kegiatan arung jeram dan tidak pernah terlempar keluar perahu. Beberapa orang hanya berenang pada pengarungan pertama mereka karena tidak mampu naik kembali keatas perahu atau karena tertinggal jauh dari perahu yang melemparkannya. Ini adalah bagian dari sebuah kegiatan arung jeram.

Sebelum anda memulai pengarungan, anda akan diberikan instruksi apa yang harus anda lakukan jika terlempar keluar dari perahu, dan bagaimana berusaha agar tetap aman. Ikuti semua instruksi pemandu anda, dan jika anda tetap terlempar keluar perahu, maka berenang akan lebih mengasyikan dalam pengarungan anda!

Tips di atas adalah metode arung jeram profesional yang kebanyakan di adakan secara profesional juga, lengkap dengan tingkat keamanan dan pemandu yang mengerti arung jeram. Karena kegiatan Rafting atau Arung jeram bukan kegiatan yang main - main mengandalkan kemauan semata, tetapi juga pengetahuan dan mental.

Jumat, 20 Juli 2012

komunitas backpacker indonesia

Tiba masanya liburan! Siapkan koper atau ranselmu untuk berkeliling dunia atau sempatkan waktumu menjelajah kawasan wisata yang ada di Indonesia. Tak perlu khawatir, jika kamu harus berpergian sendirian, bersama komunitas-komunitas di bawah ini kamu bisa berbagi dan bertanya tentang beragam info perjalanan yang akan kamu tempuh.

Indobackpacker
Komunitas yang menaungi perjalanan wisata ala backpacker ini merupakan salah satu komunitas yang banyak dikenal oleh para pejalan. Tak hanya mendapat informasi dan tips yang berguna saat melakukan perjalanan sendiri di tujuan wisata kamu, di komunitas ini kamu juga dapat merencakan liburan bersama dengan anggota Indobackpacker lainnya. Selalu ada cerita baru, pengalaman baru dan teman baru dalam petualangan kamu. http://www.indobackpacker.com  

Komunitas Keluar Rumah
Komunitas ini yakin bahwa sebuah perjalanan dimulai saat kamu memutuskan untuk keluar rumah. Komunitas  yang dibentuk oleh alumni petualang Aku Cinta Indonesia (ACI) 2010 ini berfokus kepada tujuan-tujuan wisata di Indonesia. Kamu akan mendapat informasi tentang keanekaragaman budaya yang ada dan indahnya bumi nusantara kita.
https://twitter.com/#!/KeluaRumah

Bikepacker
Ingin mencoba pertualangan yang lebih menantang? Ikuti komunitas Bikepacker yang melakukan perjalanan ransel dengan sepeda. Menempuh rute yang tidak biasa, dijamin pengalaman yang kamu dapatkan lebih dari sekadar perjalanan wisata. Komunitas ini memiliki sebuah program “Rumah Singgah Bikepacker” yang merupakan tempat singgah sementara bagi setiap petualangan sepeda jarak jauh. http://bikepacker-indonesia.com

CouchSurfing
Saat ini, berwisata dengan dana terbatas bukan menjadi masalah yang besar. Kamu tidak sendirian saat melakukan perjalanan nekat ke luar negeri sekalipun, banyak orang melakukan hal yang sama seperti kamu. Komunitas ini menyediakan akomodasi gratis di negara tujuan bagi seluruh pejalan wisata yang tergabung dalam CouchSurfing. Seluruh dunia terbuka lebar untukmu. http://www.facebook.com/CouchSurfingIndonesia