hmm.,akhir.akhir ini rada berantakan kayaknya hidupku, ntah apa yang salah, bawaannya suntuk aja.,
butuh liburan panjang sepertinya.,hmm..ntah lah apa mau ku saat ini...
malam ini, untuk yang kesekian kalinya ak pergi ke jembatan itu,,ga ada yang kucari, cuman seneng aja dengan suasananya yang ramai namun tenang..apa maksudnya tuh ramai tapi tenang.,haa
pokoknya suasananya bikin suntuk ku pergi untuk beberapa hari.,,
tambah lagi tadi tiba.tiba ada show off fire work 15 menit.,,kereenn
banyak yang galau akhir,akhir ini disekitarku.,,
yang punya cowok galau., yang ga punya cowok juga galau.,jadi apa maunya coba??
hmm.,,
di jembatan tadi juga ada yang curcol,,about another love story.,,lucuu
berat masalah dia kayaknya.,sebut saja namanya tuti #haaha sampe panjang banget ceritanya.,,kalo ga di berhentikan mungkin sampai sekarang masih di jembatan ni.. :D
cerita cinta aku??hmm..sudah lah lupakan.,,lagi ga pengen bahas
kapan.kapan dehh kalo lagi mood nulisnya.,,
argghhh,..apalah maunya hati ni.,,resah dan gelisah aja beberapa minggu terakhir ni.,,dicari hiburan ilang sebentar.,tapi ntar nimbul lagi.,,menyebalkan :(
Senin, 11 Juni 2012
Selasa, 05 Juni 2012
MAPALA Se-Pekanbaru Bersatu di Hari Lingkungan Hidup Sedunia
TUESDAY, 5 JUNE 2012 | NO COMMENT
PEKANBARU, riauhijau.com – Memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni, Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) se-Pekanbaru yang berorientasi pada permasalahan lingkungan, mengadakan aksi Long march dan teatrikal di sekitar Kantor Gubernur Riau.
Aksi gabungan dari Mapala-Mapala yang ada di Pekanbaru yang terdiri dari MAPALA Satwa Sahara, Humendala, Winetou, Brimapala Sungkai, Wanapalhi, Mapedallima Hang Tuah, Suluh, Sakai, Pasifik, Jati, Impal Pandawaseta, Emc2, Phylomina, Mafakumpala, UIN Suska, Mappsy, dan Mapala Natural ini dilaksanakan atas dasar rasa kepedulian terhadap lingkungan, yang bertemakan ‘Hijau Dalam Berperilaku, Lestarikan Riauku’ ini dilaksanakan untuk mengigatkan kembali kepada masyarakat untuk ikut melestarikan alam.
Aksi yang dimulai pada pukul 11:00 WIB ini bergerak dari Tugu Countdown PON XVIII samping Pustaka Wilayah (PUSWIL) Pekanbaru menuju depan Kantor gubernur Riau. Selain melakukan long march, aksi ini juga diisi dengan acara teatrikal yang menggambarkan keinginan dan tujuan aksi.
Orasi-orasi yang disampaikan dalam aksi ini bermaksud untuk mengajak masyarakat Riau, dan masyarakat Pekanbaru pada khususnya untuk ikut andil dalam pelestarian alam dan mensukseskan visi pemerintah Indonesia yaitu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26%.
Abdul Rahman Yunus selaku koordinator lapangan dari aksi ini mengatakan bahwa tujuan aksi ini adalah untuk menghimbau kepada masyarakat pekanbaru pada khususnya, agar masyarakat peduli terhadap lingkungan serta ikut andil dalam melestarikan alam Riau.
“Kami ingin mengigatkan kembali kepada masyarakat untuk ikut melestarikan alam. Cuaca sekarang tidak bisa diprediksi lagi, contohnya Kota Pekanbaru yang kini panasnya bisa mencapai 41 derajat celcius,” ungkap Abdul Rahman yang juga merupakan anggota Mapala Satwa Sahara, Selasa (5/6/2012).
Setelah berorasi dan diiringi aksi teatrikal dari beberapa anggota Mapala di depan kantor Gubernur yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam, masa aksi yang terdiri dari gabungan Mapala se-Pekanbaru tersebut bergerak mengelilingi Kantor gubernur Riau dan kembali lagi ke samping Puswil Pekanbaru.
Langganan:
Komentar (Atom)