Rabu, 23 Mei 2012
Antara Suluh Dan Pohon
Pekanbaru | Gurindam12.com. Terik
matahari tak pudarkan semangat mereka untuk tetap menjalankan kegiatan hari
ini, menanam bibit buah serta rela menjadi pemulung dikala itu. Peluh dan
keringat membasahi tubuh mereka namun mereka juga tak peduli saat sang matahari
kian menyengat.
Dikawasan Universitas Riau (UR) sebuah
kampus biru yang terkenal di Provinsi Riau ini mereka mengadakan aksi mulungdan
penghijauan, mereka melakukannya secara
serempak dan bergantian, adayang sedang menyeret-nyeret karung yang berisikan
sampah plastik hasil mulung mereka. Dan sebagiannya lagi sedang asik mencangkul
dan memasukan bibit kedalam lobang tanam yang telah mereka buat tadi, bahkan
mereka tidak peduli jikalau baju mereka terkena kotoran.
Adalah mereka sekumpulan para aktivis pecinta
alam yang tergabung dalam kegiatan aksi penghijauan dan bersih-bersih kampus
yang diadakan oleh mahasiswa pecinta alam (Mapala) Suluh Fakultas Keguruan Dan
Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau. dalam rangka 13 Anniversary Mapala
Suluh.
Oki peserta aksi penghijauan saat
itu sedang sibuk mengoyakkan polybag kecil dan menanam bibit Durian diseberang
jalan antara kampus FKIP dan UP2B menyatakan bahwa hari ini ia merupakan
anggota partisipan kegiatan yang sedang di taja oleh Mapala Suluh ini.
“Hari ini Mapala Suluh sedang
merayakan ulang tahunnya yang ke 13, kami sebagai anggota diluar mapala suluh
turut bahagia, setidaknya dengan adanya kegiatan ini membuat kami mengumpul dan
merasakan kambali suasana kekeluargaan,” ujar Oki yang merupakan anggota mapala
Sungkai Fakultas Pertanian UR. Selasa (21/06/2012)
Tidak jauh berbeda dengan apa
yang disampaikan oleh Oki, Gheta Novelia yang merupakan
anggota penuh suluh, saat dirinya sedang asik mengutip sampah yang adadiselokan
didepan kampus FKIP. Bahkan geta rela masuk kedalam selokan hanya sekedar untuk
mengutip sampah.
Selang lima belas menit kemudian
aksi kegiatan tersebut berakir didepan Homestay Mapala Suluh. Aksi kegiatan
yang dimulai pada pukul 08.30 tersebut memberikan makna yang dalam bagi setiap
peserta aksi selain bertemu antar seluruh mapala yang ada di Pekanbaru mereka
juga mengadakan temu kangen dengan para alumni senior yang telah selesai
menamatkan pendidikannya di FKIP ini.
“Sebenarnya kegitan ini telah
kami laukan sebelumnya di care free day pada hari minggu (20/06/2012), disana
kami menanam bibit durian dan sebagiannya lagi kami bagi-bagikan kepada para
pengunjung car free day. Kami mengangkat tema Suluh dan Pohon,” ujar Ketua
Suluh Rasyid Jul Siregar
“Arti dari tema tersebut adalah
Suluh merupakan organisasi kita yang berarti adalah penerangan dimana kami
merupakan suatu pijar yang akan menerangi masyarakat sesuai dengan besic kami
yaitu guru. Sedangkan pohon artinya kami sedang mengangkat isu lingkungan
dimana pohon sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup yang ada didunia,”
ujar Rasyid lagi.
Awal terbentuknya suluh bermula
dari empat orang anggota yang merupakan mahasiswa FKIP, dulu bernama Mapala
Mores. Saat itu Mores terbentuk dari sebuah jurusan yang ada dari fakultas
namun pada tahun 1999 Mores berubah nama menjadi Suluh dan dibawah naungan FKIP
tidak jurusan lagi.
Saat ini jumlah anggota penuh
sudah terdiri dari 85 orang, dan saat ini Suluh menyongsong jargon lestari alam
cerah masa depan. Yang memiliki visi sebagai organisasi pecinta alam yang solid
demi terciptanya lingkungan yang serasi selaras dan seimbang.