Jumat, 25 Mei 2012

Rabu, 23 Mei 2012

Antara Suluh Dan Pohon


Pekanbaru | Gurindam12.com. Terik matahari tak pudarkan semangat mereka untuk tetap menjalankan kegiatan hari ini, menanam bibit buah serta rela menjadi pemulung dikala itu. Peluh dan keringat membasahi tubuh mereka namun mereka juga tak peduli saat sang matahari kian menyengat.


Dikawasan Universitas Riau (UR) sebuah kampus biru yang terkenal di Provinsi Riau ini mereka mengadakan aksi mulungdan penghijauan,  mereka melakukannya secara serempak dan bergantian, adayang sedang menyeret-nyeret karung yang berisikan sampah plastik hasil mulung mereka. Dan sebagiannya lagi sedang asik mencangkul dan memasukan bibit kedalam lobang tanam yang telah mereka buat tadi, bahkan mereka tidak peduli jikalau baju mereka terkena kotoran.

Adalah mereka sekumpulan para aktivis pecinta alam yang tergabung dalam kegiatan aksi penghijauan dan bersih-bersih kampus yang diadakan oleh mahasiswa pecinta alam (Mapala) Suluh Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau. dalam rangka 13 Anniversary Mapala Suluh.

Oki peserta aksi penghijauan saat itu sedang sibuk mengoyakkan polybag kecil dan menanam bibit Durian diseberang jalan antara kampus FKIP dan UP2B menyatakan bahwa hari ini ia merupakan anggota partisipan kegiatan yang sedang di taja oleh Mapala Suluh ini.

“Hari ini Mapala Suluh sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 13, kami sebagai anggota diluar mapala suluh turut bahagia, setidaknya dengan adanya kegiatan ini membuat kami mengumpul dan merasakan kambali suasana kekeluargaan,” ujar Oki yang merupakan anggota mapala Sungkai Fakultas Pertanian UR. Selasa (21/06/2012)

Tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Oki, Gheta Novelia yang merupakan anggota penuh suluh, saat dirinya sedang asik mengutip sampah yang adadiselokan didepan kampus FKIP. Bahkan geta rela masuk kedalam selokan hanya sekedar untuk mengutip sampah.



Selang lima belas menit kemudian aksi kegiatan tersebut berakir didepan Homestay Mapala Suluh. Aksi kegiatan yang dimulai pada pukul 08.30 tersebut memberikan makna yang dalam bagi setiap peserta aksi selain bertemu antar seluruh mapala yang ada di Pekanbaru mereka juga mengadakan temu kangen dengan para alumni senior yang telah selesai menamatkan pendidikannya di FKIP ini.

“Sebenarnya kegitan ini telah kami laukan sebelumnya di care free day pada hari minggu (20/06/2012), disana kami menanam bibit durian dan sebagiannya lagi kami bagi-bagikan kepada para pengunjung car free day. Kami mengangkat tema Suluh dan Pohon,” ujar Ketua Suluh Rasyid Jul Siregar   

“Arti dari tema tersebut adalah Suluh merupakan organisasi kita yang berarti adalah penerangan dimana kami merupakan suatu pijar yang akan menerangi masyarakat sesuai dengan besic kami yaitu guru. Sedangkan pohon artinya kami sedang mengangkat isu lingkungan dimana pohon sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup yang ada didunia,” ujar Rasyid lagi.

Awal terbentuknya suluh bermula dari empat orang anggota yang merupakan mahasiswa FKIP, dulu bernama Mapala Mores. Saat itu Mores terbentuk dari sebuah jurusan yang ada dari fakultas namun pada tahun 1999 Mores berubah nama menjadi Suluh dan dibawah naungan FKIP tidak jurusan lagi.

Saat ini jumlah anggota penuh sudah terdiri dari 85 orang, dan saat ini Suluh menyongsong jargon lestari alam cerah masa depan. Yang memiliki visi sebagai organisasi pecinta alam yang solid demi terciptanya lingkungan yang serasi selaras dan seimbang.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar