Rabu, 19 September 2012

all about arung jeram


rafting safety rules (aturan keselamatan dalam kegiatan arung jeram)

1. be a competent swimmer
kenali kemampuan diri anda. jika kemampuan berenang anda minim dalampermainan outbound, pilihlah lokasi kegiatan arung jeram yang tidak menuntut anda memiliki kemampuan berenang, terutama bagi anda yang baru kali pertama mengikuti kegiatan arung jeram

2. always wearing a pfd and helmet
gunakanlah selalu pelampung dan helm, baik saat anda sedang melakukan rafting adventure management outbound maupun saat anda beristirahat sejenak di pinggiran sungai.

3. be aware of river hazards and avoid them
waspadalah terhadap segala bahaya yang ada disungai dan persiapkan diri anda, dalam hal ini ada baiknya menggunakan management outbound menghadapi kemungkinan bahaya tersebut. mintalah pada skipper rafting adventure anda untuk menghentikan kegiatan jika terjadi hujan deras, atau jika anda dalam pengarungan, segera tepikan perahu anda, tunggu sampai hujan berhenti dan debit air kembali normal.

4. be suitably equipped
- gunakanlah sepatu olah raga saat di permainan outbound / sandal gunung selama anda mengikuti kegiatan wisata arung jeram atau outbound training.
- pasanglah pengait jika anda memakai kaca mata.
- jangan mengenakan pakaian dari bahan banyak menyerap air sehingga memberatkan anda, kenakanlah pakaian dari bahan lycra, neoprene atau parasut.
- ikatlah rambut anda dengan baik jangan biarkan tergerai.
- pakailah sunblock ketika wisata arung jeram untuk menghindari sunburn dengan spf yang sesuai dengan kulit anda, oleskan secara merata dan jangan dioleskan pada dahi dan lipatan lutut.

5. leave your expensive jewels, watches, mobile phone and keys
tinggalkan segala barang berharga anda seperti perhiasan, jam tangan, hp dan kunci kendaraan pada tempat yang aman atau titipkan pada pengawas.

6. bring your necessities stuff into dry bag
bawalah barang-barang yang anda perlukan selama dalam pengarungan. pastikan barang-barang tersebut terbungkus kantong plastik sebelum memasukkannya ke dalam dry bag, serta pastikan pula dry bag yang dibawa dalam kondisi yang baik dan terikat pada perahu selama pengarungan.

7. ensure that you are free of the effects of alcohol/drugs
pastikan diri anda tidak berada dibawah pengaruh alcohol dan obat-obatan sebelum memulai kegiatan. jangan memaksakan diri mengikuti kegiatan jika anda masih dalam masa pengobatan/perawatan. tapi jika anda telah memastikan keikutsertaan dan anda tidak dapat membatalkannya, beritahukan pada pihak penyelenggara arung jeram tentang kondisi anda agar anda mendapat pengawasan extra selama mengikuti kegiatan.

8. ensure that you have understood the brief or safety talkpastikan bahwa anda telah mengerti sepenuhnya tentang cara, teknik dan instruksi yang diberikan saat safety talk sebelum anda memulai kegiatan outbound training. baik safety procedure maupun self rescue. jika anda merasa ragu dan belum memahami, jangan malu meminta trip leader atau skipper untuk menjelaskan kembali.
Teknik Arung Jeram
Pengarungan sungai berjeram memerlukan ketrampilan melalui proses latihan dan penambahan jam terbang yang simultan. Kemampuan membaca sifat sungai tidak hanya tergantung pada kemampuan intelektual, tetapi juga pada sering melakukan pengarungan itu sendiri. Kemampuan mengendalikan perahu memerlukan suatu pemahaman tentang segala teknik mendayung yang hanya dapat dicapai dengan banyak latihan. Jadi pada dasarnya merupakan gabungan antara pengetahuan teoritis dan jam terbang.
Untuk melatih kemampuan berarung jeram tidak harus langsung pada sungai yang berjeram, tetapi dimulai dari sungai yang tenang kemudian berangsur-angsur meningkat pada sungai yang berjeram mudah hingga sulit.
Hal-hal yang perlu diketahui untuk melakukan pengarungan sungai adalah :
TEKNIK MENDAYUNG
Teknik Oar
Posisi duduk pendayung oar berada ditengah perahu yang dilengkapi dengan rangka untuk tempat duduk dan pegangan dayung.Dalam teknik mendayung dengan oar hanya dikenal dua macam kayuhan yaitu dayung maju dan dayung mundur. Jika menginginkan perahu bergerak kedepan maka digunakan dayung maju sedangkan dayung mundur untuk menghentikan perahu yang sedang bergerak maju atau memang menginginkan perahu bergerak mundur.Jika ingin membelokkan perahu ke kanan maka tangan kiri mendayung maju dan tangan kanan mendayung mundur,dan sebaliknya jika ingin membelok kekiri.
Teknik Paddle
Berarung jeram dengan menggunakan teknik paddle merupakan kerja tim, karena setiap awak perahu dituntut mempunyai pengertian dan peran yang sama dalam mengendalian laju perahu. Sebuah tim yang sudah berpengalaman dapat mengatasi hampir semua tingkat kesulitan dalam arung jeram.Teknik paddle ini jadi lebih memungkinkan untuk pengarungan sungai yang terlalu sempit dan berbatu bagi teknik oar, dan jika mengalami kondisi darurat bisa dipecahkan bersama.
Cara duduk ada dua. Yang pertama posisi duduk seperti menunggang kuda (cowboy style) kedua kaki pendayung menjepit lingkaran tabung perahu. Cara kedua, ( nantahala style ), seperti seorang perempuan membonceng sepeda motor, kedua kaki masuk kebagian dalam perahu. Untuk mendayung agar perahu bergerak, tetapi jika memang dibutuhkan kecepatan tambahan maka gagang dayung dimasukkan kedalam air dan dikayuh dengan sekuat tenaga,seluruh otot perut dan lengan dikerahkan untuk mendapatkan tenaga yang optimal dan efektif.
Gerakan dan arah dayung yang perlu dipahami oleh awak perahu meliputi :
Dayung maju (forward stoke )
Dayung balik/mundur (back stroke)
Dayung tarik (draw stroke). Dilakukan untuk menggeser perahu mendekati posisi yang diinginkan dengan cara menancapkan dayung jauh ke samping dan menariknya ke arah perahu
Dayung tolak /menyamping (pry stroke). Merupakan kebalikan dari dayung tarik tetapi tujuannya membantu melengkapi dayung tarik untuk mengendalikan perahu ke posisi yang diinginkan. Juga sering digunakan oleh kapten perahu yang duduk di belakang untuk membelokkan arah perahu.
Dayung pancung (cross-bow draw). Dayungan yang biasa dilakukan oleh para pendayung depan apabila ingin menggeser perahu ke samping. Dayungan ini dilakukan oleh pendayung depan dengan melakukan dayung tarik dari sisi depan memotong moncong perahu.
ABA-ABA KAPTEN/SKIPPER
Beberapa komando yang lazim digunakan :
Maju => semua mendayung maju
Mundur => semua mendayung mundur
Stop => semua berhenti mendayung
Kanan maju => semua yang di lambung kanan mendayung maju
Kanan mundur => semua yang di lambung kanan mendayung mundur
Kiri maju => semua yang di lambung kiri mendayung maju
Kiri mundur => semua yang di lambung kiri mendayung mundur
MANUVER
Manuver digunakan apabila perahu akan melewati suatu kelokan sungai atau menghindari rintangan atau hambatan. Ferryingmerupakan teknik dasar dalam melakukan manuver. Adapun cara melakukan ferry tergantung pada teknik yang digunakan disamping kondisi hambatan yang akan dilalui. Dalam melakukan ferry dikenal dua macam teknik, yaitu up stream ferry dandown stream ferry (back ferry danForward ferry )
Back ferry dimulai dengan haluan perahu menghadap ke arah hilir. Dari posisi ini mulailah mendayung mundur. Kemudian ferrydilakukan dari sisi sebelah kiri dengan memutar haluan 30 derajat- 45 derajat ke kanan. Jika anda melakukan dayung mundur sambi menjaga sudut perahu, perahu akan bergerak ke kiri untuk mencapai sisi sebelah kanan arahkan haluan atau moncong perahu kearah sisi sebelah kiri dengan mendayung mundur.
Forward ferry, perbedaannya dari back ferry hanya arah dari haluan perahu. Dalam forward ferry arahkan haluan perahu ke arah hulu (upstream) dan mulailah mendayung maju melawan arus. Hal yang harus dilakukan dalam melakukan ferry, dengan memperhatikan kecepatan arus, kekuatan dayungan, dan disesuaikan dengan sudut ferry. Semakin cepat arus maka sudutferry semakin kecil dan kekuatan dayungan yang diperlukan semakin besar. Untuk melakukan ferry dengan baik maka diperlukan latihan, tertuama dalam menyesuaikan besar sudut ferry, kekuatan dayungan dan kecepatan arus.
Teknik lain dalam manuver adalah membelok (turn) dan berputar (pivot). Untuk berbelok yang harus dilakukan adalah dengan menguatkan dayungan disalah satu sisi perahu bila ingin berbelok ke sisi yang berlawanan. Atau dengan memperlambat laju perahu pada sisi yang akan dituju.
Bila perahu ingin berbelok ke kanan, maka para pendayung di sebelah kiri harus melakukan dayung maju dengan tenaga yang bertambah dan disisi yang lain melakukan dayung mundur, dengan demikian perahu akan berbelok ke kanan. Dalam situasi yang mendadak kadang-kadang kita tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan gerakan berbelok atau ferry dalam menghadapi batu yang besar atau hole yang besar. Dalam situasi tersebut dapat menyebabkan perahu terbalik atau wrap karena antisipasi yang terlambat.
Teknik mandayung yang paling cepat dan efisien dalam menghadapi situasi tersebut adalah dengan menggeser perahu hingga perahu dapat bergerak lateral kesamping dengan cepat. Teknik dayungan yang dilakukan untuk menggeser perahu adalah dengan melakukan dayung tarik (draw stroke) , dayung pancung(cros-bow draw) dan dayung tolak (pry stroke). Apabila ingin menggeser perahu ke kanan pendayung sebelah kanan dayung tarik, pendayung kiri depan dayung pancung, kiri belakang dayung tolak.
Teknik manuver lain yang tidak kalah pentingnya dalam berarung jeram adalah teknik keluar dan masuk eddies. Dua hal yang harus diperhatikan ketika memasuki eddies yaitu kecepatan dari perahu dan sudut masuk. Keduanya harus diperhitungkan untuk mencapai satu tujuan yaitu melewati garis eddies (eddies line)dengan cepat.
Untuk keluar dari eddies ada tiga cara yang dapat dilakukan,
dengan ferrying memotong garis eddies
dengan melakukan peel out yaitu sebuah manuver dengan cara memutar perahu ke hilir begitu keluar dari eddies.
dengan membiarkan perahu ,keluar dengan sendirinya dari eddiesdengan mendayung ke arah hilir.
PENGINTAIAN (SCOUTING)
Melakukan pengintaian tehadap jeram yang belum dikenal merupakan suatu tindakan yang bijaksana, khususnya bagi tingkat pemula. Pengintaian sejumlah deretan jeram,meliputi proses pengamatan suatu jeram yang dilakukan pada tepian sungai dari beberapa sudut pandang. Menganalisa apakah tingkat kesulitan jeram sesuai dengan kemampuan awak perahu, melihat atau mencari jalur yang paling aman,menganalisa kemungkinan terjadi trouble.
Memformulasikan rencana yang akan dilakukan, meliputi jalur yang akan dilalui, jalur cadangan apabila ada trouble, merencanakan teknik/manuver yang akan dilakukan, perlu tidaknya mempersiapkan tim rescue di sisi sungai.
Melaksanakan rencana.
LINING
Jika setelah pengintaian jeram disimpulkan tidak ada lintasan yang aman untuk dilalui, dan karenanya diputuskan membawa perahu lewat tepian sungai yang aman. Cara yang paling mudah adalah dengan “menuntun” perahu anda dengan menggunakan tali. Tehnik ini disebut Lining.
PORTAGING
Jika lining juga tidak dapat dilakukan lagi untuk menghindari halangan yang ada di depan, dan harus mengangkat perahu menyusuri tepian sungai (darat). Teknik ini disebut Portaging.
RIVER RUNNING SYSTEM
Bila pengarungan dilakukan dengan lebih dari satu perahu, formasi sebaiknya dilakukan dengan menempatkan orang-orang yang berpengalaman di depan dan di belakang, mengapit peserta yang kurang berpengalaman. Dengan formasi ini perahu leader tidak pernah dilewati, dan perahu penyapu tidak akan pernah mendahului. Masing - masing beriringan satu-satu ke belakang. Gerak maju dibuat bertahap, leader terlebih dahulu memasuki jeram jeram yang cukup berbahaya, kemudian menunggu di Eddy yang terdapat dibawahnya. Jika semua aman, leader maju kembali.
Dengan cara ini semua perahu dapat terawasi, dan jika terjadi masalah atau kecelakaan, semuanya ada di tempat dan siap menolong. Jarak yang aman antara satu perahu dengan lainnya berbeda - beda, tergantung pada situasi yang ada, bisa jauh dimana satu sama lain masih bisa melihat jelas. Hal ini menguntungkan karena perahu yang berada di belakang dapat melihat bagaimana perahu didepannya mengatasi jeram dalam jarak yang relatif jauh. Jika mereka yang didepan mengalami kesulitan, maka perahu yang dibelakang masih memiliki jarak yang cukup baik untuk melakukan pendaratan mendadak (bisa segera melakukan pertolongan atau pengintaian medan).
Tapi, di medan yang sulit ketika dibutuhkan serangkaian manuver serius dan ruang gerak yang cukup bagi sebuah perahu, tidak jarang jarak tersebut tidak dapat dipertahankan. Diperlukan jarak yang sedikit lebih jauh lagi, agar tidak terjadi tabrakan antara perahu yang sedang berusaha melepaskan diri dari suatu rintangan dengan perahu yang menyusul kemudian (Bisa jadi dua duanya atau lebih, terjebak bersama!).
Setelah melewati jeram yang cukup berbahaya, leadermenunggu untuk menunjukkan lintasan terbaik kepada mereka yang segera akan memasuki jeram tersebut. Dan jika terjadi sesuatu,leader segera memberikan pertolongan. Dalam hal pengarungan ini dipergunakan beberapa signal.
Signal berhenti dilakukan dengan mengangkat dayung atau kedua belah tangan mendatar dan sejajar dengan pundak, kemudian menggerakkannya ke atas dan ke bawah.
Tolong (darurat) dilakukan dengan melambaikan sebuah dayung, helm atau live-vest (life jacket). Diatas kepala dengan gerakan melingkar. Atau dengan meniupkan peluit panjang sebanyak 3 kali.
Äman (Okay) dilakukan dengan mengangkat dayung tegak lurus atau tangan tinggi diatas kepala.
Ikuti arah ini dilakukan dengan mengangkat dayung atau tangan keatas dengan posisi miring 45 derajat (diukur dengan bentangan tangan vertikal ke horisontal). Dayung atau tangan tersebut di atas diarahkan kelintasan yang dimaksudkan.
Selama perjalanan perhatikan kebugaran fisik dan psikologis tim. Lebih baik berhenti lebih awal dan beristirahat daripada melanjutkan perjalanan dengan kondisi tim yang keletihan. Karena keletihan fisik dan psikis dapat menimbulkan masalah.


Arung jeram adalah kegiatan yang berspesifikasi pada sebuah cara penyelamatan di arus deras. Olahraga murni yang mengandalkan kekuatan, kecepatan dan ketepatan dama bertindak dan juga berpikir. Pada dasarnya tak semua orang bisa berlaku benar di arus deras, tetapi dengan metode latihan terperinci, semua bisa di lakukan dengan baik dan menuju benar. Bukankah alam tak bisa di tebak secara matematika?


APAKAH ARUNG JERAM ITU AMAN ?

Arung jeram adalah kegiatan yang menggairahkan, mengasyikkan, sedikit liar tetapi menyenangkan. Seperti pada kegiatan petualangan lainnya, arung jeram tetap memiliki resiko dan bahaya. Namun resiko tersebut justru menambah semangat dan menjadi perangsang bagi para penggiat kegiatan ini, sehingga bukan menjadi alasan mengapa orang - orang tidak menyukai kegiatan arung jeram.

Para pemandu yang profesional dan berpengalaman akan berusaha untuk meminimalisasi resiko dan bahaya. Bahkan secara statistik, anda akan lebih aman mengikuti kegiatan arung jeram dibandingkan dengan berkendara didalam kota. Seorang pegawai pemerintahan di Amerikamengutarakan pada suatu penelitian, bahwa angka kecelakaan untuk kegiatan arung jeram masih jauh dibawah sepak bola! Namun tentu saja masih ada resiko dan anda harus menerima resiko tersebut saat berada di sungai.

BILA TAK BISA BERENANG, BISAKAH IKUT ARUNG JERAM ?

Setiap orang yang mengikuti arung jeram akan selalu mengenakan pelampung ( life jacket ) yang memiliki daya apung tinggi. Pelampung ini akan tetap menjaga anda berada diatas permukaan air, bahkan pada saat anda terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai sekalipun. Banyak orang yang tidak dapat berenang mengikuti kegiatan arung jeram dan mereka sangat menikmatinya. Yang paling penting adalah anda tidak panik saat terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai. Namun orang yang tidak dapat berenang tidak dianjurkan mengikuti kegiatan arung jeram pada sungai yang memiliki tingkat kesulitan class V keatas dan cukuplah menikmati jeram pada sungai dengan tingkat kesulitan class II dan maksimum class IV.

APAKAH DI BUTUHKAN KONDISI TERTENTU SAAT BER ARUNG JERAM ?

Dalam kegiatan arung jeram selalu menggunakan dayung. Ini artinya anda akan memegang dayung dan melalukan pendayungan saat berada di atas perahu. Anda tentunya harus berada pada kondisi yang sehat dan fit saat mengikuti kegiatan arung jeram. Mendayung dapat menyebabkan kelelahan, tetapi pemandu akan memberikan instruksi pada anda teknik mendayung. Sehingga tidak selamanya saat anda berada diatas perahu akan melakukan pendayungan.

Jika anda merasa ragu dengan kemampuan untuk mengikuti kegiatan arung jeram, atau tentang kesehatan anda, sebaiknya anda melakukan cek kesehatan terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan arung jeram.

APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN UNTUK BER ARUNG JERAM ?

Yang harus prepare dari rumah beberapa hal yang harus disiapkan antara lain : pakaian olahraga dan T-shirt sekaligus pakaian ganti selesai rafting, sepatu olahraga atau sepatu jogging, atau bila anda memiliki sepatu / sandal khusus untuk kegiatan arung jeram akan lebih baik lagi. Perlengkapan mandi ( toiletris ). Untuk anda yang berkacamata, disarankan untuk memberikan pengait / tali pada kacamata anda agar tidak mudah terlepas. Jangan lupa untuk memakai sunscreen, tetapi jangan gunakan dikening karena saat terkena air akan berbahaya bila terkena mata anda, atau menggunakannya pada kaki bagian belakang, hal ini dapat menyebabkan anda terpeleset.

JIKA BELUM PERNAH BER ARUNG JERAM, TINGKAT KESULITAN MANA YANG TEPAT ?

Sebagai awal, mulailah pada sungai dengan tingkat kesulitan class II atau class III. Namun jika anda merasa yakin dengan kemampuan yang anda miliki, sehat dan haus akan tantangan, anda dapat mencoba sungai dengan tingkat kesulitan class IV meskipun belum memiliki pengalaman sebelumnya. Karena pemandu akan melatih anda terlebih dahulu dan menjelaskan bagaimana cara penyelamatan di sungai serta teknik mendayung. Sedangkan untuk sungai dengan class V, anda harus memiliki pengalaman pengarungan sungai dengan tingkat kesulitan class IV terlebih dahulu.

BISAKAH ARUNG JERAM UNTUK YANG TELAH BERUMUR ?

Untuk kesehatan, orang tua yang masih aktif dan berumur lebih dari 60 tahun masih boleh mengikuti kegiatan arung jeram. Sebagai langkah awal, cobalah pengarungan pada sungai dengan tingkat kesulitan class I - II. Selanjutnya tergantung pada apa yang dirasakan setelah melakukan pengarungan tersebut. Anda boleh mencoba pengarungan pada sungai dengan tingkat kesulitan class III. Karena cukup banyak peserta yang berumur 60 - an sampai 70 - an menikmati kegiatanarung jeram.

APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA TERLEMPAR DARI PERAHU ?

Percaya atau tidak, banyak orang yang menyukai saat terlempar keluar dari perahu! Ini sangat mengasyikkan. Pada awalnya memang dapat menyebabkan disorientasi dan sedikit kewalahan. Namun banyak pula orang yang sudah berkali - kali mengikuti kegiatan arung jeram dan tidak pernah terlempar keluar perahu. Beberapa orang hanya berenang pada pengarungan pertama mereka karena tidak mampu naik kembali keatas perahu atau karena tertinggal jauh dari perahu yang melemparkannya. Ini adalah bagian dari sebuah kegiatan arung jeram.

Sebelum anda memulai pengarungan, anda akan diberikan instruksi apa yang harus anda lakukan jika terlempar keluar dari perahu, dan bagaimana berusaha agar tetap aman. Ikuti semua instruksi pemandu anda, dan jika anda tetap terlempar keluar perahu, maka berenang akan lebih mengasyikan dalam pengarungan anda!

Tips di atas adalah metode arung jeram profesional yang kebanyakan di adakan secara profesional juga, lengkap dengan tingkat keamanan dan pemandu yang mengerti arung jeram. Karena kegiatan Rafting atau Arung jeram bukan kegiatan yang main - main mengandalkan kemauan semata, tetapi juga pengetahuan dan mental.

1 komentar: