Kamis, 22 Maret 2012

Renungan Ayah

Biasanya, bagi seorang anak yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa kangen sekali dengan Ibu. Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaan kita setiap hari, tapi tahukah kita, jika ternyata Ayah lah yang mengingatkan ibu untuk menelpon kita?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibulah yang lebih sering mengajak kita bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kita, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu kita tentang kabar kita dan apa yang kita lakukan seharian?

Pada saat kita masih seorang anak kecil. Ayah lah yang biasanya mengajari buah hati kecilnya naik sepeda. Karena Ibu takut anak yang di sayanginya terjatuh lalu terluka. Kemudian Ibu bilang, “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya.” Dan setelah Ayah mengganggap kita bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepeda kita.

Tapi sadarkah kita?

Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkan kita, menatap kita, dan menjaga kita mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu si kecil nya PASTI BISA. Pada saat kita menangis merengek meminta boneka atau mainan mobil-mobilan yang baru, Ibu menatap kita dengan iba. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas, “Boleh, kita beli nanti, tapi bukan sekarang.” Tahukah kita, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kita menjadi anak yang MANJA dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.

Saat kita sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata,“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihati kita dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaan kita.

Ketika kita sudah beranjak remaja…
Kita mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan, "TIDAK BOLEH!"

Tahukah kita, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjaga kita!”

Karena bagi Ayah, kita adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga. Setelah itu kita marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujuk kita agar tidak marah adalah Ibu. Taukah kita, bahwa saat itu Ayah sedang memejamkan matanya dan menahan gejolak di dalam batinnya. Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti kemauan kita. Tapi lagi-lagi dia HARUS menjaga kita.

Ketika saat seorang pacar mulai sering menelpon kita, atau bahkan datang ke rumah untuk menemui kita, Ayah akan memasang wajah paling lembut sedunia. :)

Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kita yang sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kita, jika hati Ayah sedang merasa "cemburu!”

Saat kita mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untuk kita, kita akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggu kita pulang dengan hati yang khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut. Ketika melihat si kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahi kita.

Sadarkah kita, bahwa ini karena hal yang di ditakuti Ayah akan segera datang?
“Bahwa si kecil nya akan segera pergi meninggalkan Ayah”

Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksa kita untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depan kita nanti. Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukung kita saat pilihan kita tidak sesuai dengan keinginan Ayah.

Ketika kita menjadi anak dewasa. Dan kita harus pergi kuliah di kota lain. Ayah harus melepas kita di bandara. Tahukah kita bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memeluk kita? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini dan itu, dan menyuruh kita untuk berhati-hati. Padahal Ayah sekali menangis seperti Ibu dan memeluk kita erat-erat.

Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundak kita, kemudian berkata “Jaga dirimu baik-baik ya nak.”

Ayah melakukan itu semua agar kita KUAT tidak menjadi cengeng. Kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kita butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupan kita, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaan kita bukan lagi sekedar meminta boneka dan mainan baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kita inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah, “Tidak. Tidak bisa!" Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya nak, nanti Ayah belikan untukmu”.

Tahukah kita bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum.

Saatnya kita diwisuda sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untuk kita. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat, “ Si kecil nya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Dan sampai pada saat seorang belahan jiwa kita datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambil kita darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin.

Karena Ayah tahu…
Bahwa lelaki/wanita itulah yang akan menggantikan posisinya dan perhatiannya nanti.

Dan akhirnya…
Saat Ayah melihat kita duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang yang mengasihi kita, Ayah pun tersenyum bahagia.

Apakah kita tahu?

Di hari yang bahagia itu Ayah pergi ke belakang panggung sebentar, dan menangis. Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata, “Ya Tuhan tugas ku telah usai dengan baik. Si kecil ku yang lucu dan ku cintai telah menjadi seseorang yang luar biasa. Bahagiakan lah ia bersama pasangannya.”

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatangan kita bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih serta badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjaga kita dari bahaya. Ayah telah menyelesaikan tugasnya. Ayah, Bapak, atau Papa kita adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat bahkan saat ia tidak kuat untuk tidak menangis.
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakan kita.

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal.

Rabu, 14 Maret 2012

setetes darah anda, nyawa mereka


“Setetes darah anda, nyawa bagi mereka” merupakan tulisan yang terpampang besar di bus donor darah milik PMI. Tanggal 2 maret 2012 lalu, UKM  KSR PMI Universitas Riau mengadakan kegiatan donor darah di sekretariat mereka di stadiun mini mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB.
Jam 10.00 sampailah saya disana dengan semangat 45 buat donor darah, sambil berharap Hb saya tidak rendah. Sebab sebelumnya saya pernah gagal untuk donor darah waktu suluh yang mengadakan kegiatan serupa karena bergadang semalaman sehingga Hb saya rendah waktu itu.
Setelah menimbang berat badan (58Kg) dan mengisi formulir, diukurlah tensi saya yang menurut petugasnya normal, lalu darah saya diambil beberapa tetes untuk mengukur Hb dan mengecek golongan darah (B-). Waktu saya cerita tentang golongan darah saya ini ke mama, beliau tidak terima, katanya “kok bisa??mana mungkin, darah mama aja AB papa O” saya katakan “kayak gitu hasilnya di tes tadi”, hmm…dipertanyakan nih anak siapa?? Haha…
Setelah itu saya pun menunggu antrian kira-kira setengah jam. Waktu giliran saya dipanggil, saya masuk kedalam bus. Disana ada 4 kursi untuk pendonor dengan 2 orang petugas, kemudian duduklah saya di salah satu kursi yang kosong, bus nya full ac dan full musik, enak pokoknya suasananya. Lalu petugas mencari nadi saya untuk ditusuk dengan jarum, lubang jarumnya besar, lumayan juga sakitnya. Dan darah saya pun mengalir kedalam kantong sebanyak 350 cc. setelah kantong terisi penuh darah saya dimasukkan kedalam 2 tabung reaksi untuk pemeriksaan lab. Untuk memeriksa apakah darah saya sehat dan layak diberikan ke orang lain.
cek tensi dan golongan darah
Kemudian sebelum saya turun dari bus ada salah satu petugas yang memberikan sekantong berisi roti apolo, susu kotak coklat dan 2 tablet vitamin penambah darah..yeiiyyy…ternyata diluar saya juga diberi segelas bubur kacang ijo..senangnya donor darah…. :D

Senin, 12 Maret 2012

RiauPos: Mapala se-Riau Aksi Damai di Pasirpangaraian

RiauPos: Mapala se-Riau Aksi Damai di Pasirpangaraian

Para pencinta alam di Riau berkumpul di Pasirpangaraian. Selain melakukan pertemuan, mereka juga gelar aksi damai, menuntut penyelamatan hutan lebih serius.
PASIRPANGARAIAN- Ratusan pemuda Riau, tergabung dalam Pertemuan Bersama (Purnama) Pencinta Alam Riau Satu, Ahad (11/3/12), menggelar aksi damai di Taman Kota Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu. Para Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) itu minta aparat hukum ikut selamatkan hutan di Riau.

Pada aksinya, ratusan pemuda peduli terhadap lingkungan, desak aparat penegak hukum di Riau untuk tegas terhadap para oknum perambah hutan di Riau. Perihal itu untuk menyelamatkan hutan Riau yang semakin hari semakin parah rusak oleh ulah manusia serakah manusia yang tidak bertanggung-jawab.

“Kita minta aparat penegak hukum peduli dengan lingkungan di Riau. Lihat hutan kita sudah habis untuk lahan perkebunan dan dijarah kekayaannya oleh oknum serakah. Bencana di Riau itu bukan takdir, tapi karena ulah kita sendiri yang kurang peduli terhadap lingkungan. Mereka hanya mau mengambil hasilnya, tanpa mau ikut menjaganya,” sampai AL, koordinator aksi dari Mapala Pasipic UIR, dalam aksi damainya di Taman Kota Pasirpangaraian, Ahad.

Para Pecinta Alam se-Riau, turut minta Pemkab Rohul turut serta dalam menjaga hutan. Seperti kerusakan hutan, menurut mereka sangat memalukan, apalagi Rohul sebagai tuan rumah tiga cabang olahraga Dirgantara pada PON XIII di Riau 2012.

“Mestinya kita malu, dimana peserta para layang dari 33 provinsi di Indonesia, nantinya akan saksikan langsung rusaknya hutan di Rohul dari atas,” kata orator lain.

Pada kesempatan aksi damai, selain menggelar aksi treatikal manusia hijau, massa dari Purnama Pecinta Alam Riau Satu turut membagikan bibit tanaman kepada pengguna jalan.

Terang Ketua Pelaksana Purnama Pecinta Alam Riau Satu Fasolla Nasution, dari Mapala Polipera, kegiatan Purnama Pecinta Alam se-Riau Satu baru pertama kalinya digelar di Riau, dan Universitas Pasir Pangaraian (UPP) dipercaya sebagai tuan rumah, mulai Kamis (8/3/12) dan berakhir Ahad (11/3/12).

Kegiatan empat hari itu, selama dua para peserta gelar Kongres Mapala se-Riau di Kampus UPP. Di hari ketiga, para peserta pindah ke obyek wisata Air Panas Hapanasan di Kecamatan Rambah, untuk meninjau penangkaran kupu-kupu dan mengikuti seminar pengenalan tanaman makanan pokok untuk hewan jenis Insecta atau Insecti (serangga), sebutan latin hewan cantik yang memiliki sayap indah.

Fasolla mengaku, penangkaran kupu-kupu di obyek wisata Air Panas Hapanasan cukup bagus dikembangkan oleh profesional, sebab penangkaran hewan indah itu jarang sekali mendapat perhatian.

Purnama Pencinta Alam Riau Satu di UPP, kata Fasolla diikuti Mapala dari Kota Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Bengkalis, Indra Giri Hilir, Indra Giri Hulu, Kampar, dan Rohul. Sementara pada kegiatan pertama kalinya itu, Mapala dari Kuantan Sengingi belum datang.

“Kegiatan ini pertama kalinya, jadi kita tidak muluk-muluk. Kita mulai dahulu dari kita sendiri. Kita inginkan Riau menjadi hijau kembali. Direncanakan aksi ini akan dilakukan setahun sekali, direncanakan tahun depan akan digelar di Bengkalis,” jelasnya menjawab riauterkini.com di sela-sela aksi.

Dari data-data yang dihimpun, menurutnya kerusakan hutan di Riau sudah sangat mengerikan dan memprihatinkan. Tapi untuk selamatkan hutan di Riau, pihaknya perlu membutuhkan waktu beberapa tahun untuk menyatukan barusan. “Jika kita sudah merasa kuat, baru kita aksi lebih besar lagi,” tandasnya.

Mapala se-Riau minta secara tegas, agar aparat hukum dan pemerintah Riau serius tanggapi masalah kerusakan hutan. Aparat juga diminta netral dan bersikap tanpa pandang bulu dalam penegakan hukum terhadap para oknum pengrusak hutan.

Aksi berjalan lancar. Walau mereka beraksi hingga ke tengah jalan, namun tidak mengganggu aktifitas lalulintas di perempatan Taman Kota Pasirpangaraian. Pada Mapala selanjutnya bergerak ke Kampus UPP, persiapan penutupan Kongres Mapala se-Riau.***(Riau Pos)

Jumat, 02 Maret 2012

RESTORASI KAWASAN MANGROVE DESA SUNGAI RAWA


            Pada hari kamis tanggal 23 Februari 2011, pukul 09.45 WIB Mapala Suluh menghadiri acara pembukaan “Penanaman Bakau Restorasi Kawasan Mangrove Desa Sungai Rawa” di gedung pertemuan balai Desa Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit, Siak. Acara ini merupakan salah satu program yang di lakukan oleh beberapa kelompok mangrove Desa Sungai Rawa dengan didukung oleh beberapa LSM seperti Kabut Riau, Jikalahari dan TFCA Sumatera.
            Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari berbagai kelompok masyarakat yang ada di Desa Sungai Rawa, beberapa petinggi dan tokoh masyarakat Desa Sungai Rawa, perwakilan dari beberapa perusahaan setempat seperti PT. Petroselat Ltd, RAPP dan Arara Abadi serta beberapa orang mahasiswa.
            Acara dimulai dengan sambutan dari ketua kelompok mangrove Desa Sungai Rawa, bapak Junaidi yang menyatakan rasa terimakasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada Desa Sungai Rawa, karena penanaman bakau di daerah pesisir sangat besar manfaatnya bagi kelangsungan hidup masyarakat setempat baik dari segi ekonomi maupun sosialnya. Lalu di lanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Sungai Rawa bapak H Jafar, diikuti oleh perwakilan dari Dishut Kab. Siak, dan perwakilan dari RAPP oleh bapak Khaerul Basyar serta perwakilan dari Jikalahari. Setelah serangkaian sambutan itu acara ditutup dengan doa dan rombongan pun bergerak kearah pantai yang jaraknya kurang lebih satu kilometer untuk melakukan penanaman secara simbolis. Bibit yang dimiliki berjumlah 30.000 bibit bakau yang di budidayakan oleh kelompok mangrove Desa Sungai Rawa sendiri, namun yang akan ditanam saat ini sebanyak 3000 bibit.
            Manfaat penanaman bakau salah satunya untuk mencegah pengikisan tanah oleh air laut yang akan berdampak pada menyempitnya luas wilayah desa, sebab tanaman bakau dapat melindungi daratan dari hempasan air laut. Selain itu daerah mangrove juga menjadi habitat dari berbagai jenis makhluk hidup yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan seperti kepiting bakau, kerang-kerangan, berbagai jenis ikan air payau dan banyak lagi. Ditambah lagi kayu dari tanaman bakau juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan bahan pembuatan sampan.
            Setelah menanam bakau, kami menuju Perpustakaan Syarif Khasim Desa Sungai Rawa yang merupakan pustaka binaan Mapala Suluh untuk meninjau perkembangan pengelolaan pustaka yang dilakukan pemuda dan pemudi desa. Perpustakaan ini di bangun untuk meningkatkan minat baca warga dan membantu mereka untuk memperoleh pengetahuan dari buku-buku yang dihibahkan. Menurut pengurus perpustakaan ini dibuka setiap hari senin sampai kamis dari jam 09.00 sampai jam 13.00 WIB.
Namun ada juga beberapa kendala dalam pengelolaan pustaka ini yaitu koleksi buku yang dimiliki masih minim dan pengurus yang bersedia untuk mengelola masih sedikit. Diakui keinginan dan partisipasi dari pemuda-pemudi desa masih kurang untuk mengelola pustaka, salah satu penyebabnya adalah dalam pengelolaan pustaka ini memang sifatnya sukarela demi kemajuan desa itu sendiri sehingga tidak ada honor yang diberikan kepada pengelola. Kesadaran inilah yang masih kurang dimiliki oleh pemuda-pemudi desa. Hal ini memang tidak bisa di salahkan, sehingga ketua pengelola pustaka berinisiatif untuk mengajukan proposal kepada pemerintah untuk dapat mengusahakan anggaran untuk pengelolaan pustaka yang saat ini masih dalam proses.