Jumat, 02 Maret 2012

RESTORASI KAWASAN MANGROVE DESA SUNGAI RAWA


            Pada hari kamis tanggal 23 Februari 2011, pukul 09.45 WIB Mapala Suluh menghadiri acara pembukaan “Penanaman Bakau Restorasi Kawasan Mangrove Desa Sungai Rawa” di gedung pertemuan balai Desa Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit, Siak. Acara ini merupakan salah satu program yang di lakukan oleh beberapa kelompok mangrove Desa Sungai Rawa dengan didukung oleh beberapa LSM seperti Kabut Riau, Jikalahari dan TFCA Sumatera.
            Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari berbagai kelompok masyarakat yang ada di Desa Sungai Rawa, beberapa petinggi dan tokoh masyarakat Desa Sungai Rawa, perwakilan dari beberapa perusahaan setempat seperti PT. Petroselat Ltd, RAPP dan Arara Abadi serta beberapa orang mahasiswa.
            Acara dimulai dengan sambutan dari ketua kelompok mangrove Desa Sungai Rawa, bapak Junaidi yang menyatakan rasa terimakasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada Desa Sungai Rawa, karena penanaman bakau di daerah pesisir sangat besar manfaatnya bagi kelangsungan hidup masyarakat setempat baik dari segi ekonomi maupun sosialnya. Lalu di lanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Sungai Rawa bapak H Jafar, diikuti oleh perwakilan dari Dishut Kab. Siak, dan perwakilan dari RAPP oleh bapak Khaerul Basyar serta perwakilan dari Jikalahari. Setelah serangkaian sambutan itu acara ditutup dengan doa dan rombongan pun bergerak kearah pantai yang jaraknya kurang lebih satu kilometer untuk melakukan penanaman secara simbolis. Bibit yang dimiliki berjumlah 30.000 bibit bakau yang di budidayakan oleh kelompok mangrove Desa Sungai Rawa sendiri, namun yang akan ditanam saat ini sebanyak 3000 bibit.
            Manfaat penanaman bakau salah satunya untuk mencegah pengikisan tanah oleh air laut yang akan berdampak pada menyempitnya luas wilayah desa, sebab tanaman bakau dapat melindungi daratan dari hempasan air laut. Selain itu daerah mangrove juga menjadi habitat dari berbagai jenis makhluk hidup yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan seperti kepiting bakau, kerang-kerangan, berbagai jenis ikan air payau dan banyak lagi. Ditambah lagi kayu dari tanaman bakau juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan bahan pembuatan sampan.
            Setelah menanam bakau, kami menuju Perpustakaan Syarif Khasim Desa Sungai Rawa yang merupakan pustaka binaan Mapala Suluh untuk meninjau perkembangan pengelolaan pustaka yang dilakukan pemuda dan pemudi desa. Perpustakaan ini di bangun untuk meningkatkan minat baca warga dan membantu mereka untuk memperoleh pengetahuan dari buku-buku yang dihibahkan. Menurut pengurus perpustakaan ini dibuka setiap hari senin sampai kamis dari jam 09.00 sampai jam 13.00 WIB.
Namun ada juga beberapa kendala dalam pengelolaan pustaka ini yaitu koleksi buku yang dimiliki masih minim dan pengurus yang bersedia untuk mengelola masih sedikit. Diakui keinginan dan partisipasi dari pemuda-pemudi desa masih kurang untuk mengelola pustaka, salah satu penyebabnya adalah dalam pengelolaan pustaka ini memang sifatnya sukarela demi kemajuan desa itu sendiri sehingga tidak ada honor yang diberikan kepada pengelola. Kesadaran inilah yang masih kurang dimiliki oleh pemuda-pemudi desa. Hal ini memang tidak bisa di salahkan, sehingga ketua pengelola pustaka berinisiatif untuk mengajukan proposal kepada pemerintah untuk dapat mengusahakan anggaran untuk pengelolaan pustaka yang saat ini masih dalam proses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar