Pada hari kamis tanggal 23 Februari
2011, pukul 09.45 WIB Mapala Suluh menghadiri acara pembukaan “Penanaman Bakau
Restorasi Kawasan Mangrove Desa Sungai Rawa” di gedung pertemuan balai Desa
Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit, Siak. Acara ini merupakan salah satu program
yang di lakukan oleh beberapa kelompok mangrove Desa Sungai Rawa dengan
didukung oleh beberapa LSM seperti Kabut Riau, Jikalahari dan TFCA Sumatera.
Acara ini dihadiri oleh kurang lebih
50 peserta yang terdiri dari berbagai kelompok masyarakat yang ada di Desa
Sungai Rawa, beberapa petinggi dan tokoh masyarakat Desa Sungai Rawa, perwakilan
dari beberapa perusahaan setempat seperti PT. Petroselat Ltd, RAPP dan Arara Abadi
serta beberapa orang mahasiswa.
Acara dimulai dengan sambutan dari
ketua kelompok mangrove Desa Sungai Rawa, bapak Junaidi yang menyatakan rasa
terimakasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada Desa Sungai Rawa,
karena penanaman bakau di daerah pesisir sangat besar manfaatnya bagi
kelangsungan hidup masyarakat setempat baik dari segi ekonomi maupun sosialnya.
Lalu di lanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Sungai Rawa bapak H Jafar,
diikuti oleh perwakilan dari Dishut Kab. Siak, dan perwakilan dari RAPP oleh
bapak Khaerul Basyar serta perwakilan dari Jikalahari. Setelah serangkaian
sambutan itu acara ditutup dengan doa dan rombongan pun bergerak kearah pantai
yang jaraknya kurang lebih satu kilometer untuk melakukan penanaman secara
simbolis. Bibit yang dimiliki berjumlah 30.000 bibit bakau yang di budidayakan
oleh kelompok mangrove Desa Sungai Rawa sendiri, namun yang akan ditanam saat
ini sebanyak 3000 bibit.
Manfaat penanaman bakau salah
satunya untuk mencegah pengikisan tanah oleh air laut yang akan berdampak pada
menyempitnya luas wilayah desa, sebab tanaman bakau dapat melindungi daratan
dari hempasan air laut. Selain itu daerah mangrove juga menjadi habitat dari
berbagai jenis makhluk hidup yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan seperti
kepiting bakau, kerang-kerangan, berbagai jenis ikan air payau dan banyak lagi.
Ditambah lagi kayu dari tanaman bakau juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan
bakar dan bahan pembuatan sampan.
Setelah menanam bakau, kami menuju
Perpustakaan Syarif Khasim Desa Sungai Rawa yang merupakan pustaka binaan
Mapala Suluh untuk meninjau perkembangan pengelolaan pustaka yang dilakukan
pemuda dan pemudi desa. Perpustakaan ini di bangun untuk meningkatkan minat
baca warga dan membantu mereka untuk memperoleh pengetahuan dari buku-buku yang
dihibahkan. Menurut pengurus perpustakaan ini dibuka setiap hari senin sampai
kamis dari jam 09.00 sampai jam 13.00 WIB.
Namun ada juga beberapa kendala dalam
pengelolaan pustaka ini yaitu koleksi buku yang dimiliki masih minim dan
pengurus yang bersedia untuk mengelola masih sedikit. Diakui keinginan dan
partisipasi dari pemuda-pemudi desa masih kurang untuk mengelola pustaka, salah
satu penyebabnya adalah dalam pengelolaan pustaka ini memang sifatnya sukarela
demi kemajuan desa itu sendiri sehingga tidak ada honor yang diberikan kepada
pengelola. Kesadaran inilah yang masih kurang dimiliki oleh pemuda-pemudi desa.
Hal ini memang tidak bisa di salahkan, sehingga ketua pengelola pustaka
berinisiatif untuk mengajukan proposal kepada pemerintah untuk dapat
mengusahakan anggaran untuk pengelolaan pustaka yang saat ini masih dalam
proses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar