Senin, 12 Maret 2012

RiauPos: Mapala se-Riau Aksi Damai di Pasirpangaraian

RiauPos: Mapala se-Riau Aksi Damai di Pasirpangaraian

Para pencinta alam di Riau berkumpul di Pasirpangaraian. Selain melakukan pertemuan, mereka juga gelar aksi damai, menuntut penyelamatan hutan lebih serius.
PASIRPANGARAIAN- Ratusan pemuda Riau, tergabung dalam Pertemuan Bersama (Purnama) Pencinta Alam Riau Satu, Ahad (11/3/12), menggelar aksi damai di Taman Kota Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu. Para Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) itu minta aparat hukum ikut selamatkan hutan di Riau.

Pada aksinya, ratusan pemuda peduli terhadap lingkungan, desak aparat penegak hukum di Riau untuk tegas terhadap para oknum perambah hutan di Riau. Perihal itu untuk menyelamatkan hutan Riau yang semakin hari semakin parah rusak oleh ulah manusia serakah manusia yang tidak bertanggung-jawab.

“Kita minta aparat penegak hukum peduli dengan lingkungan di Riau. Lihat hutan kita sudah habis untuk lahan perkebunan dan dijarah kekayaannya oleh oknum serakah. Bencana di Riau itu bukan takdir, tapi karena ulah kita sendiri yang kurang peduli terhadap lingkungan. Mereka hanya mau mengambil hasilnya, tanpa mau ikut menjaganya,” sampai AL, koordinator aksi dari Mapala Pasipic UIR, dalam aksi damainya di Taman Kota Pasirpangaraian, Ahad.

Para Pecinta Alam se-Riau, turut minta Pemkab Rohul turut serta dalam menjaga hutan. Seperti kerusakan hutan, menurut mereka sangat memalukan, apalagi Rohul sebagai tuan rumah tiga cabang olahraga Dirgantara pada PON XIII di Riau 2012.

“Mestinya kita malu, dimana peserta para layang dari 33 provinsi di Indonesia, nantinya akan saksikan langsung rusaknya hutan di Rohul dari atas,” kata orator lain.

Pada kesempatan aksi damai, selain menggelar aksi treatikal manusia hijau, massa dari Purnama Pecinta Alam Riau Satu turut membagikan bibit tanaman kepada pengguna jalan.

Terang Ketua Pelaksana Purnama Pecinta Alam Riau Satu Fasolla Nasution, dari Mapala Polipera, kegiatan Purnama Pecinta Alam se-Riau Satu baru pertama kalinya digelar di Riau, dan Universitas Pasir Pangaraian (UPP) dipercaya sebagai tuan rumah, mulai Kamis (8/3/12) dan berakhir Ahad (11/3/12).

Kegiatan empat hari itu, selama dua para peserta gelar Kongres Mapala se-Riau di Kampus UPP. Di hari ketiga, para peserta pindah ke obyek wisata Air Panas Hapanasan di Kecamatan Rambah, untuk meninjau penangkaran kupu-kupu dan mengikuti seminar pengenalan tanaman makanan pokok untuk hewan jenis Insecta atau Insecti (serangga), sebutan latin hewan cantik yang memiliki sayap indah.

Fasolla mengaku, penangkaran kupu-kupu di obyek wisata Air Panas Hapanasan cukup bagus dikembangkan oleh profesional, sebab penangkaran hewan indah itu jarang sekali mendapat perhatian.

Purnama Pencinta Alam Riau Satu di UPP, kata Fasolla diikuti Mapala dari Kota Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Bengkalis, Indra Giri Hilir, Indra Giri Hulu, Kampar, dan Rohul. Sementara pada kegiatan pertama kalinya itu, Mapala dari Kuantan Sengingi belum datang.

“Kegiatan ini pertama kalinya, jadi kita tidak muluk-muluk. Kita mulai dahulu dari kita sendiri. Kita inginkan Riau menjadi hijau kembali. Direncanakan aksi ini akan dilakukan setahun sekali, direncanakan tahun depan akan digelar di Bengkalis,” jelasnya menjawab riauterkini.com di sela-sela aksi.

Dari data-data yang dihimpun, menurutnya kerusakan hutan di Riau sudah sangat mengerikan dan memprihatinkan. Tapi untuk selamatkan hutan di Riau, pihaknya perlu membutuhkan waktu beberapa tahun untuk menyatukan barusan. “Jika kita sudah merasa kuat, baru kita aksi lebih besar lagi,” tandasnya.

Mapala se-Riau minta secara tegas, agar aparat hukum dan pemerintah Riau serius tanggapi masalah kerusakan hutan. Aparat juga diminta netral dan bersikap tanpa pandang bulu dalam penegakan hukum terhadap para oknum pengrusak hutan.

Aksi berjalan lancar. Walau mereka beraksi hingga ke tengah jalan, namun tidak mengganggu aktifitas lalulintas di perempatan Taman Kota Pasirpangaraian. Pada Mapala selanjutnya bergerak ke Kampus UPP, persiapan penutupan Kongres Mapala se-Riau.***(Riau Pos)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar